Home »

DIY

» Sleman

Mendekatkan Opak Pada Generasi Muda Melalui Opak Rasa Teh

Pamor makanan yang salah satu bahan bakunya adalah tepung beras ini semakin menurun di kalangan generasi muda.

Mendekatkan Opak Pada Generasi Muda Melalui Opak Rasa Teh
Tribun Jogja/ Septiandri Mandariana
Ifah bersama Greentea Rice Cracker dan berbagai produk berbahan baku teh yang ia ciptakan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Setiap wilayah di Indonesia memiliki makanan khasnya masing-masing, yang menjadi salah satu ciri dan identitas dari daerah tersebut.

Salah satunya Opak, salah satu makanan khas Jawa Barat yang bentuknya menyerupai kerupuk yang telah ada sejak zaman nenek moyang dulu.

Di kalangan masyarakat Jawa Barat sendiri, makanan ini biasanya disajikan saat kumpul keluarga maupun saat hari perayaan seperti Lebaran dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu, pamor makanan yang salah satu bahan bakunya adalah tepung beras ini semakin menurun di kalangan generasi muda.

Hal itulah yang membuat Ifah Syarifah, ibu empat anak asal Bandung, Jawa Barat yang membuat sebuah produk ekonomi kreatif di sektor kuliner, dengan menciptakan salah satu produk bernama Greentea Rice Cracker, atau bisa dikatakan opak rasa teh.

"Saya sangat suka sama teh, dan bisa dibilang pecinta teh. Lalu, saya pum prihatin dengan banyaknya anak muda yang malah tidak akrab dengan salah satu makanan khas Indonesia ini. Maka saya pun menciptakan Greentea Rice Cracker ini, dan berbagai makanan lainnya berbahan baku teh seperti coklat teh dan masih banyak lagi," ujar Ifah saat ditemui Tribun Jogja, Selasa (29/11/2016) kemarin dalam acara Food Startup Indonesia yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif di The Westlake Resort Yogyakarta.

Ketika mencoba menciptakan opak rasa teh tersebut, Ifah awalnya diminta anaknya yang masih mahasiswa untuk membuat sebuah makanan yang akan dijual, dan dananya digunakan untuk bakti sosial.

Saat itulah ia langsung bereksperimen menciptakan Greentea Rice Cracker untuk kegiatan anaknya di kampus, berdasarkan kekhawatirannya pada opak dan kecintaannya pada teh.

"Ketika diuji coba untuk dijual, ternyata banyak sekali teman-teman dari anak saya yang tertarik dan suka. Dan ketika itu mereka jual Rp 5.000 per satu opaknya. Dari situ kenapa nggak saya bikin lagi dan diseriusin untuk dijadikan salah satu produk yang saya jual kepada masyarakat , khusunya pada generasi mudanya," imbuh Ifah.

Penjualan Greentea Rice Cracker yang telah dilakukan sejak tahun 2013 lalu ini sebut Ifah telah banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dari berbagai wilayah.

Tidak hanya itu, bahkan produk dari perusahaannya yang ia namai Arafa Tea ini telah dijual hingga negara lain.

Di antaranya seperti Korea Selatan, Malaysia dan Singapura. Bahkan produk itupun telah mendapat Penerima Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing 2013 dari pemerintah RI.

Dalam gelaran Food Startup Indonesia yang digelar pada 28 hingga 30 November 2016 diikuti oleh 50 peserta yang telah disaring dari ratusan peserta yang mendaftar. 50 peserta itupun kembali diseleksi, yang hanya diambil sebanyak 25 peserta.

Di hari ini, Rabu (30/11/2016), sebanyak 25 peserta yang melaju ke babak selanjutnya siap mempresentasikan kembali produk dan strategi yang mereka miliki. Arafa Tea sendiri menjadi salah satu peserta yang lolos ke tahap 25 besar. (*)

Ikuti kami di
Penulis: abm
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help