Lebih Sehat dengan Sabun Natural

Fenomena itulah yang ditangkap Christy Mahanani sehingga memproduksi sabun natural berlabel Kinanthi.

Lebih Sehat dengan Sabun Natural
ist

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kecantikan yang selama ini dipaparkan dalam opini publik seringkali dikaitkan dengan produk-produk pabrikan.

Padahal, produk-produk tersebut memiliki kandungan chemical atau bahan kimia yang berbahaya di dalam tubuh jika terus-terusan dipakai. Fenomena itulah yang ditangkap Christy Mahanani sehingga memproduksi sabun natural berlabel Kinanthi.

Christy, begitu ia akrab disapa, awalnya tidak terbersit untuk membisniskan hobinya dalam membuat sabun natural. Berawal dari kelas membuat sabun yang diikutinya, Christy menjadi ketagihan untuk terus menerus mencoba membuat sabun. Sampai akhirnya, ia merasa sabun buatannya begitu banyak dan berinisiatif untuk menjualnya.

"Saat mulai hamil dulu, aku berkeinginan untuk hidup lebih sehat, terutama bagi tubuhku dan anakku. Dan semua produk yang aku buat ya merupakan produk yang aku pakai sendiri," ujarnya.

Ia beranggapan, semua produk yang menempel di kulit akan diserap tubuh, termasuk sabun-sabun pabrikan yang mengandung Sodium Lauriat yang merupakan bahan pembuat busa dalam sabun tersebut. Jika bahan kimia tersebut terus menumpuk di kulit, indikasi kanker pun tak akan bisa dihindari.

"Jika sudah menderita kanker, seringkali kita menyalahkan gaya hidup terutama pola makan tidak sehat atau makan makanan instan. Seberapa sering sih orang makan makanan tidak sehat tersebut, lebih sering mana dengan frekuensi mandi yang sehari bisa sekali sampai dua kali? Banyak orang tidak menyadari produk-produk yang sering bersentuhan dengan badan justru lebih berbahaya," bebernya.

Bertempat di rumah kontrakan di kawasan Suryodiningratan, produksi sabun natural pun dikerjakannya dengan jumlah tidak banyak. Menggunakan teknik cold process, Christy mengaku lebih bisa bereksperimen pada warna-warna sabun yang lebih colourfull.

Sabun naturalnya mengandung bahan coconut oil, distilled water, sodium hydroxide. Tak jarang, ia mengkombinasikan minyak kelapa sebagai pencipta busa dalam sabun dan minyak zaitun yang berkhasiat melembutkan kulit dalan produknya. Untuk jenis kulit atau khasiat tertentu, ia harus menakar porsi keduanya dengan tepat.

"Pembuatan sabun itu bisa menggunakan minyak apapun, tapi pembuat sabun harus paham tipe minyaknya dan seberapa banyak bahan tersebut mau dipakai. Termasuk dalam penggunaan soda api, pembuat sabun harus melengkapi dirinya dengan masker dan sarung tangan, serta jangan sampai salah treatment yang bisa menyebabkan ledakan," paparnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: gya
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help