Glaukoma dan Trauma Pada Mata Harus Dipahami Masyarakat

Penyakit lain seperti glaukoma dan trauma pada mata juga harus diwaspadai masyarakat.

Glaukoma dan Trauma Pada Mata Harus Dipahami Masyarakat
Tribun Jogja/ Panji Purnandaru
Prof dr Suhardjo SU Sp M(K) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Sampai saat ini, katarak merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Namun, penyakit lain seperti glaukoma dan trauma pada mata juga harus diwaspadai.

Oleh karenanya, Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada akan mengadakan seminar bertajuk Updates in Management of Glaucoma and Ocular Trauma pada 3 Desember di ruang auditorium II gedung Kuliah Fakultas Kedokteran UGM.

Dalam seminar tersebut akan di undang para ahli salah satunya dr Indira Paudyal yang berasal dari Tilgana Institute of Opthalmology Nepal.

Prof dr Suhardjo SU Sp M(K), selaku ketua panitia menjelaskan sebagai institusi pendidikan, UGM wajib memberikan sosialisasi ilmu kesehatan termasuk kesehatan mata.

"Seminar kali ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam diagnosis dan tatalaksana para praktisi kesehatan mata pada kasus glaikoma dan trauma mata," jelasnya saat jumpa pers di Poli Mata, RSUP Dr Sardjito, Rabu (30/11).

Suhardjo menambahkan, glaukoma merupakan salah satu penyebab kebutaan permanen dan merupakan penyebab kebutaan nomor 2 di Indonesia. Pasien penderita galukoma membutuhkan kontrol seumur hidup dengan menggunakan obat atau tindakan bedah jika diperlukan untuk mengontrol tekanan bola mata agar tidak terjadi kerusakan saraf mata yang progresif.

Dalam satu bulan pasien glaukoma harus menghabiskan Rp 500 ribu untuk pembelian obat tetes mata yang diperlukan seumur hidup. Jenis obat seperti Beta Blocker, Inhibitor Karbonik Anhidrase dan Analog Prostaglandin bertujuan untuk menjaga tekanan bola mata.

"Sementara untuk operasi bisa tujuh sampai sembilan juta," jelasnya.

dr Tatang Talka Gani Sp M(K), Ahli Glaukoma, menjelaskan karena glaukoma berdampak kebutaan permanen maka tujuan pengobatan glaukoma sendiri adalah untuk menghambat kebutaan.

Apalagi, banyak pasien yang baru menyadari saat sudah dalam kondisi saat stadium akhir. Rutin kontrol kesehatan mata penting dilakukan masyarakat sebagai cara deteksi dini.

Sementara itu, dr Agus Suprapti Sp M(K) menjelaskan trauma mata merupakan salah satu penyebab kebutaan pada manusia, dengan tingkat insidensi kejadian trauma mata yang menyebabkan kecacatan panca indera pengelihatan berkisar antara 8,1 - 15,2 per 100 ribu populasi. (*)

Ikuti kami di
Penulis: app
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help