TribunJogja/

TRIBUNJOGJATV ONLINE

TRIBUNJOGJA TV: Unik, Pawai Belasan Gerobak Sapi Hias di Prambanan

Belasan gerobak sapi aneka warna tampak berjejer di lapangan PT Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Sleman, Minggu (27/11/2016).

TRIBUNJOGJA TV: Unik, Pawai Belasan Gerobak Sapi Hias di Prambanan
tribunjogja/singgih wahyu
Salah satu tampilan gerobak sapi yang dipoles oleh seniman dalam acara Road to Festival Gerobak Sapi 2017, di lapangan PT Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Sleman, Minggu (27/11/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Belasan gerobak sapi aneka warna tampak berjejer di lapangan PT Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Sleman, Minggu (27/11/2016).

Tak melulu berbentuk persegi, bodi gerobak peserta acara Road to Festival Gerobak Sapi 2017 itu tampak lebih berlekuk dan berwarna.

Ada tema-tema tertentu yang diusung tiap gerobak melalui konsep bentuk dinding gerobak maupun permainan warna.

Di antaranya tema Garudha Yaksa atau Burung Garuda, barong, ataupun sekadar menampilkan pesan pepatah Jawa.

Gerobak-gerobak tersebut merupakan hasil sentuhan sejumlah seniman Yogyakarta. Mereka menorehkan kreativitas dan imajinasinya ke konstruksi gerobak tersebut.

Menyesuaikan tema yang diinginkan, gerobak dimodifikasi secara detail dan berbeda dari gerobak sapi konvensional yang tampilan visualnya hanya berupa paduan garis warna tertentu dan cenderung minim motif.

Pada gerobak garuda yaksa, misalnya, bagian gribig (dinding samping penutup gerobak) dan troso (dinding menggantung) dibuat pola visual menyerupai wujud burung tersebut dengan aksen grafis pewayangan serta batik.

Demikian pula di bagian tracuk dan manukan (ornamen berbentuk seperti bajak kayu) yang dibikin lebih dinamis.

"Awalnya kami ingin bikin konsep jatayu (burung dalam pewayangan). Namun, supaya terlihat lebih kontras dengan sapinya, kami akhirnya memilih tema garuda yaksa," kata Harman Art, satu di antara seniman tersebut.

Keterlibatan para seniman dengan gerobak sapi ini tak lepas dari tantangan yang diberikan Sultan Hamengku Buwono X saat menghadiri Festival Gerobak Sapi 2016 di Bantul, beberapa bulan silam.

Saat itu, Sultan menantang seniman agar turut andil memberikan kreativitasnya dalam tamplan gerobak yang lebih variatif dan stylist.

Para penggiat seni dari berbagai sanggar dan komunitas di Yogyakarta pun merespon tantangan itu dan menghadirkan karyanya dalam ajang Road to Festival Gerobak Sapi 2017 tersebut sebagai ajang ujicoba sebelum festival sesungguhnya berlangsung Juli 2017 nanti.

Harman bersama 10 orang temannya dari Sanggar Sejati (Seniman Jogja Timur) menghabiskan waktu tiga minggu untuk menyelesaikan modifikasi gerobak sapi.

Tak banyak kendala ditemuinya selama proses menuangkan teknik lukis di gerobak sapi ini.

Pihaknya pun bangga bisa turut berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian gerobak sapi sebagai bagian dari unsur budaya masyarakat Yogyakarta serta penunjang pariwisata.

"Kami ingin gerobak sapi lebih eksis di Yogyakarta dan indonesia dengan tampilan lebih variatif. Kalau bentuk umumnya kan cenderung monoton. Untuk festivalnya nanti, kami berencana membuat konsep lebih menyeluruh. Modifikasinya akan sampai menyentuh bagian tracuk-nya juga," kata Harman. (tribunjogja.com)

Penulis: hrd
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help