TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Penyandang Disabilitas Desak Raperda Segera Disahkan

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang disabilitas di Sleman hingga kini belum juga ditetapkan.

Penyandang Disabilitas Desak Raperda Segera Disahkan
tribunjogja/agungismiyanto
Ilustrasi: Seorang penyandang disabilitas sedang diperiksa dokter spesialis saat pelayanan Jamkesus di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Daerah Istimewa Yogyakarta Kecamatan Pundong, kemarin (18/5/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang disabilitas di Sleman hingga kini belum juga ditetapkan.

Padahal, rancangan peraturan itu sangat penting untuk menjamin terpenuhinya hak-hak para penyandang disabilitas dalam berbagai sektor.

Belum jelasnya proses penetapan Raperda Penyelenggaraan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas itu mendorong para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Forum Penguatan Hak-hak Penyandang Disabilitas Sleman mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman, Selasa (15/11).

Mereka berharap bisa mendapat kejelasan tentang sejauh mana pembahasan raperda dilakukan legislatif.

Koordinator Forum Penguatan Hak-hak Penyandang Disabilitas Sleman, Nuning Suyantiningsih mengatakan, selain menanyakan proses pembahasan, pihaknya juga ingin memertahankan satu pasal usulan dalam raperda yang menyangkut perlindungan terhadap perempuan penyandang disabilitas.

Belakangan, pasal tersebut dihapus dari draft raperda oleh legislatif dengan alasan bahwa perempuan maupun laki-laki penyandang disabilitas sama-sama rentan terhadap kekerasan.

Sehingga, tidak diperlukan pasal khusus untuk perempuan.

"Namun menurut kami, posisi perempuan dengan disabilitas dalam hal ini lebih rentan dibanding lelaki. Tidak hanya kekerasan tapi juga bentuk diskriminasi lain. Catatan kami, tahun ini sudah ada seratusan kasus yang menimpa perempuan," kata Nuning.

Pihaknya dalam hal ini merujuk kepada UU 8/2016 tentang penyandang disabilitas.

Seharusnya, Raperda yang tengah dibahas ini juga mereferensi undang-undang tersebut sehingga hak penyandnag disabilitas lebih diprioritaskan sesuai ragam kebutuhan. (tribunjogja.com)

Penulis: ing
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help