TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Masyarakat Visualkan Data dan Implementasi Anggaran dalam Sebuah Karya Foto

78 foto dipamerkan di Galeri Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta sejak 5 Oktober kemarin hingga 11 Oktober mendatang.

Masyarakat Visualkan Data dan Implementasi Anggaran dalam Sebuah Karya Foto
Tribun Jogja/Santo Ari
78 foto dipamerkan di Galeri Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta sejak 5 Oktober kemarin hingga 11 Oktober mendatang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bentuk transparansi data dan anggaran divisualkan dalam sebuah pameran foto bertajuk "Data2life.Life2data" atas kerjasama Open Data Labs Jakarta, World Wide Web Foundation, dan Goethe Institut.

78 foto dipamerkan di Galeri Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta sejak 5 Oktober kemarin hingga 11 Oktober mendatang.

Pameran kali ini menampilkan 78 foto yang mencakup delapan lokasi dan tema tentang realitas yang dihadapi oleh warga Yogyakarta, seperti infrastruktur sekolah, pembangunan kanal, manajemen limbah, akses air bersih dan lainya.

Adhitya Randy, data scientist dari open data lab jakarta sekaligus project manager pameran ini mengatakan, untuk mendapatkan perspektif yang khas dan otentik pihaknya telah memberikan pelatihan kepada beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat dan Komunitas Berbasis Masyarakat tentang dasar-dasar etnografi visual, fotografi dan analisis data.

"Walaupun tidak semua sumber yang digunakan di sini berwujud data terbuka kami menyadari bahwa para warga harus telebih dahulu memahami bagaimana data memmpengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Data yang terbuka dapat menghasilkan perubahan yang nyata," ujarnya,

Ia mengungkapkan, pada awalnya proyek ini tidak mudah terlaksana.

Hal itu lantaran data adalah konsep yang kompleks dan upaya untuk menangkap data agar semua orang dapat memhamainya merupakan tantangan yang besar.

Namun demikian, setelah memberikan pelatihan, ternyata masyarakat dapat memahami dan merepresentasikan data dalam sebuah foto.

Isu yang diangkat pun cukup beragam, mulai dari transparansi pengelolaan dana Bantuan Operasioanal Sekolah (BOS), anggaran pendapatan belanja desa untuk pemberdayaan perempuan, hingga pemanfaatan anggaran untuk penyediaan air minum dan sanitasi.

Semua permasalah tersebut dapat dikemas dalam komposisi foto dalam sebuah pameran yang besar.

Salah satu karya yang ditampilkan berasal dari Sumarsih dan Iin Narniyati yang berasal dari Forum Komunikasi Kader Posyandu dan Paud (FKKP) Desa Wonolelo dan Jaringan Perembuan Bantul (JPB).

Mereka memisualkan anggaran dan pendapatan belanja desa (APB Desa) untuk pemberdayaan perempuan dalam sebuah foto.

Foto yang dihasilkan berupa aktivitas-aktivitas Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di desa Wonolelo, pemberian makanan tambahan (PMT) Posyandu dan Paud, hingga pelatihan-pelatihan. (tribunjogja.com)

Penulis: nto
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help