Kedua Paslon Ditarget Tiga Hari uintuk Melengkapi Berkas

Proses pelengkapan bersifat administratif karena dokumen yang lengkap menjadi bukti keabsahan seorang paslon sehingga wajib dipenuhi oleh tiap paslon.

Kedua Paslon Ditarget Tiga Hari uintuk Melengkapi Berkas
tribunjogja/gilang rabbani
Perwakilan Paslon saat mendapat penjelasan dari KPU mengenai berkas yang harus dilengkapi dalam rapat penyampaian hasil penelitian berkas KPU pada Sabtu (1/10/2016) di Kantor KPU Kota Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrar Gilang Rabbani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada Sabtu (1/10/2016) di kantor KPU Kota Yogyakarta digelar rapat pleno pemberitahuan hasil penelitian berkas atau syarat administrasi paslon.

Dalam kesempatan tersebut, kedua perwakilan paslon menerima hasil penelitian berkas dan hasil tes kesehatan.

Pengumuman oleh KPU itu hanya terlihat Bakal Calon Wakil Wali Kota Achmad Fadli yang hadir, sedang pasangannya Imam Priyono tidak hadir. Pun juga paslon Haryadi Suyuti - Heroe Poerwadi juga tidak hadir, hanya diwakilkan oleh tim suksesnya.

Kepada Tribun Jogja, Achmad Fadli mengatakan, kekurangan berkas hanya berupa dokumen asli dari dokumen fotokopi-an yang telah diserahkan ke KPU. Ia meyakinkan tidak ada berkas yang belum atau tidak disampaikan.

"Kita hanya kurang-kurang lengkap saja, semisal kurang foto, kurang dokumen asli atau legalisir," ujar Fadli pada Sabtu (1/10/2016).

Sementara itu, perwakilan dari paslon Haryadi Suyuti - Heroe Poerwadi, Agus Purnomo Jati juga mengatakan, paslon yang dibelanya hanya kurang dokumen pelengkap dan dokumen asli.

"Tidak ada dokumen yang belum diserahkan hanya kurang lengkap saja," ujarnya.

Ketua KPU Kota Yogyakarta Wawan Budianto mengatakan, KPU telah memeriksa 21 item dokumen persyaratan calon. Masing-masing paslon diberikan waktu tiga hari untuk melengkapi berkas yang kurang atau belum memenuhi persyaratan.

"Sesuai peraturan KPU dalam hal verifikasi dokumen, setiap paslon diberikan kesempatan paling lambat tiga hari setelah diumumkan. Artinya, paling lambat besok Selasa (4/10/2016) sudah harus dilengkapi," tutur Wawan.

Ia menjelaskan, proses pelengkapan bersifat administratif karena dokumen yang lengkap menjadi bukti keabsahan seorang paslon sehingga wajib dipenuhi oleh tiap paslon. Rapat pleno juga mengungkapkan hasil tes kesehatan kedua paslon.

"Kami sudah menerima dari tim pemeriksa kesehatan bahwa kedua paslon dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani serta dinyatakan bebas dari penyalahgunaan narkotika," ungkapnya.

Namun Wawan tidak bisa merincikan bagaimana hasil tes kesehatan tersebut, pasalnya dalam surat yang diterima hanya bertuliskan kedua paslon dinyatakan mampu. (*)

Penulis: gil
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved