75 Naskah Kuno Yogya yang Tersimpan di British Library London Segera Disalin dalam Format Digital

Setidaknya Pemda DIY membutuhkan waktu 15 tahun untuk keseluruhan naskah digital tersebut.

75 Naskah Kuno Yogya yang Tersimpan di British Library London Segera Disalin dalam Format Digital
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY, Budi Wibowo bersama Lead Curator Southeast Asian studies The British Library, Dato Dr Annabel Teh Gallop seusai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (22/9/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dari 600 koleksi naskah di The British Library, London, United Kingdom, terdapat 300 naskah berbahasa Jawa yang 75 di antaranya adalah naskah dari Yogyakarta.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY, Budi Wibowo mengatakan bahwa pihak The British Library, secara bertahap akan melakukan digitalisasi naskah itu dan diserahkan pada Pemda DIY.

"Pada 2017 nanti akan ada empat naskah yang didigitalkan lagi. Tapi naskah yang mana, nanti akan kami lihat lagi katalognya, kami seleksi dan kami buat prioritas dan kami sampaikan pada mereka (The British Library)," jelasnya seusai melakukan pertemuan bersama pihak The British Library dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kepatihan, Kamis (22/9/2016).

Namun, lanjutnya, bila dalam setahun hanya ada empat naskah yang didigitalisasikan, maka butuh waktu yang sangat lama untuk mendapatkan versi digital secara lengkap.

Setidaknya Pemda DIY membutuhkan waktu 15 tahun untuk keseluruhan naskah digital tersebut.

"Maka dari itu, kami berkeinginan bahwa itu semua harus kita dapatkan salinannya lalu kita autentikasi bahwa itu sesuai dengan aslinya. Kami akan lakukan diskusi dengan Pemda DIY agar mempercepat proses tersebut. Nantinya secara beriringan, begitu kami dapatkan, akan kami alihbahasakan, kemudian kami online-kan," tegasnya.

Naskah kuno yang tersimpan di The British Library meliputi seni, budaya, filosofi, dan sebagainya. Bahkan ada naskah kuno yang ditulis oleh abdi dalem Keraton, yang di sana banyak dituangkan tentang petunjuk dan petuah tentang seni dan kehidupan.

"Itu juga baru saja kami hard cover-kan," ungkapnya.

Terkait informasi mengenai naskah kuno Yogya yang disimpan di The British Library, Budi mengatakan bahwa pihaknya memang melakukan penelusuran.

Gongnya adalah saat bertemu dengan penulis buku Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785-1855, Peter Carey yang mengatakan bahwa ada banyak naskah Yogya yang disimpan di The British Library.

"Kami mencoba memburu ke sana, menelusuri, dan ternyata betul," tandasnya. (*)

Penulis: kur
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help