Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Pembakaran Pos Ronda dan Toko Kelontong

15 adegan diperagakan dengan lancar dan urut sesuai dengan kronologis keterangan yang disampaikan kepada penyidik di Mapolsek Ngampilan.

Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Pembakaran Pos Ronda dan Toko Kelontong
Shutterstock
Ilustrasi kebakaran 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajaran penyidik Unit Reskrim Polsek Ngampilan menggelar reka ulang kasus pembakaran pos ronda dan toko kelontong, Senin (19/9/2016) kemarin.

Reka ulang dimaksudkan untuk melengkapi berkas perkara sebelum diajukan ke kejaksaan. Pelaku pembakaran, Edo (21) warga Ngampilan didatangkan ke lokasi pembakaran untuk memperagakan aksi yang dilakukannya.

Tercatat ada 15 adegan dalam reka ulang hari itu. Adegan bermula dari dirinya pulang ngamen dan memasuki gang kampung.

Adegan selanjutnya adalah aksi aksi pembakaran di pos ronda yang berisi sejumlah peralatan panggung senam dan sebuah toko kelontong yang berjarak sekira 50 meter dari pos ronda milik salah satu warga.

“Ini untuk melengkapi berkas perkara. Semuanya ada 15 adegan yang langsung diperagakan oleh tersangka,” jelas Kanit Reskrim Polsek Ngampilan Iptu Purnomo.

Pelaku yang juga dikenal sebagai preman kampung karena sering membuat resah di tempat tinggalnya tersebut terlihat santai menunjukan apa yang dilakukannya.

15 adegan diperagakan dengan lancar dan urut sesuai dengan kronologis keterangan yang disampaikan kepada penyidik di Mapolsek Ngampilan.

Diberitakan sebelumnya, bangunan pos ronda dan sebuah toko kelontong di Ngampilan terbakar pada 3 September dini hari. Pada awalnya tidak diketaui penyebab dari kebakaran tersebut.

Hingga akhirnya polisi melakukan pendalaman kasusnya dan empat hari kemudian diketahui bahwa dua bangunan tersebut sengaja dibakar oleh Edo.

Di hadapan penyidik tersangka mengaku, pembakaran pos ronda dipicu keinginan untuk mencuri tabung gas isi tiga kilogram yang merupakan perkakas acara senam milik warga yang disimpan di dalam pos ronda.

Sementara pembakaran toko dikarenakan, rasa dendam ke pemilik toko lantaran tidak diperbolehkan menghutang uang.

Sementara barang bukti yang diamankan antara lain korek api gas yang digunakan untuk menyulut api, pakaian tersangka saat dikenakan di TKP serta sisa-sisa pembakaran seperti bekas kursi plastik, terpal dan ember.

Saat ini pelaku masih mendekam di Polsek Ngampilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tersangka dikenakan pasal 187 KUHP tentang perbuatan sengaja membakar yang bisa membahayakan orang lain dengan ancaman hukuman dari perbuatan tersebut, mencapai dua tahun penjara,” tandas Kapolsek Ngampilan Kompol Kusila. (*)

Penulis: nto
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help