Perkembangan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke DIY Tertinggi se-Indonesia

Hal tersebut dinilai dari kunjungan Wisman ke DIY selama Januari-Juli 2016 yang masuk melalui Bandara Adisucipto.

Perkembangan Jumlah Wisatawan Mancanegara ke DIY Tertinggi se-Indonesia
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Suasana perempatan Tugu Pal PĀ­utih Yogyakarta yang ramai oleh wisatawan dan masyarakat 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) RI, perkembangan jumlah Wisatawan Asing (Wisman) yang berkunjung ke DIY tertinggi se-Indonesia.

Hal tersebut dinilai dari kunjungan Wisman ke DIY selama Januari-Juli 2016 yang masuk melalui Bandara Adisucipto.

Direktur Statistik Keuangan, TI, dan Pariwisata, BPS RI, Dr Titi Kanti Lestari menyampaikan, Wisman yang datang ke DIY selama Januari hingga Juli 2016 lalu dibanding kunjungan Wisman selama 2015 naik sebesar 41,89 persen. Kenaikan tersebut menurut BPS RI merupakan yang tertinggi di Indonesia.

“Menyusul di posisi kedua yakni Lombok dengan kenaikan sekitar 33 persen. Jumlah itu kami hitung berdasar wisatawan asing yang datang ke Yogyakarta melalui pintu masuk Bandara Adisucipto. Jalur lain tidak kami hitung,” kata Titi kepada Tribun Jogja, Jumat (9/9/2016).

Dia pun memaparkan, kenaikan jumlah Wisman yang tertarik mengunjungi DIY secara signifikan dikarenakan wilayah ini memiliki berbagai obyek wisata berkelas dunia. Mulai dari Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, Candi Borobudur, hingga Malioboro.

Selain itu, menurutnya, obyek wisata baru yang ada di DIY seperti Gua Pindul, Pantai Nglambor, dam Hutan Pinus menyumbang naiknya Wisman yang mengunjungi DIY. Oleh karena itu, belum lama ini, pihaknya memberi stampel ke obyek wisata tersebut sebagai salah satu lokasi wisata terbaik di Indonesia.

“Perkembangan wisatawan di DIY, menurut catatan kami sangat baik, terutama di bulan Juli 2016 lalu. Sebab Wisman yang datang ke DIY pada Juli 2016 naik sebesar 130,36 persen dibanding Juli 2015. Tertinggi kedua setelah Manado,” ucapnya.

Adapun dampak positif yang ditimbulkan atas naiknya kunjungan wisatawan, menurut Titi yaitu tingkat keterisian kamar hotel. Berdasar data dari BPS, lanjutnya, tingkat keterisian kamar hotel di DIY pada bulan Juli 2016 lalu tertinggi kedua setelah Bali, yaitu 61,73 persen.

“Tapi jika dilihat dari perkembangan dari bulan Juni ke Juli 2016, tingkat keterisian kamar hotel di DIY berada di urutan pertama dengan poin 15,81,” jelasnya.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata DIY, Setyawan mengaku, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY meraih pencapaian itu dengan biaya yang terbatas, tak seperti daerah wisata lain. Menurutnya, dana promosi pariwisata DIY tak sampai Rp 6 Miliar.

Halaman
12
Penulis: mrf
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved