Pemkab Sleman Genjot Penanaman Investasi

Pemerintah setempat cukup optimistis potensi investasi di wilayahnya akan tetap cemerlang di tahun ini.

Pemkab Sleman Genjot Penanaman Investasi
yangenak.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Perkembangan investasi di Sleman belum terlihat menggembirakan selama semester pertama 2016.

Namun, pemerintah setempat cukup optimistis potensi investasi di wilayahnya akan tetap cemerlang di tahun ini.

Pada semester I-2016 per Juni, pertumbuhan nilai investasi di Sleman baru sebesar Rp144,7 miliar. Capaian ini baru tumbuh sekitar 2,63 persen dibanding 2015 lalu yang besaran nilai investasinya mencapai Rp2,09 triliun.

Adapun komponen investasi di Sleman hingga semester pertama ini mencakup Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp232,6 miliar dengan 57 unit usaha, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp3,3 triliun dengan 54 unit usaha, serta investasi dari bidang usaha Non Fasilitas Rp4,9 triliun dengan 35.248 unit usaha.

"Tahun ini, kami ingin bertahan, jangan sampai nilai dan potensi investasinya menurun. Biasanya juga melebihi target pertumbuhan 3 persen," kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Sleman, Purwatno Widodo, Jumat (9/9/2016).

Optimismenya itu dilandasi masih banyaknya calon penanam modal yang mengincar Sleman sebagai wilayah basis bisnis. Terutama dari sektor pariwisata, industri, serta sektor perdagangan dan jasa yang selama ini menjadi penyumbang terbesar komposisi investasi di Sleman.

Bahkan, ada tiga investor yang berminat mendirikan resort di wilayah Pakem dengan nilai potensi investasinya mencapai lebih dari Rp100 miliar. Sebuah produsen jam tangan di Bandung juga berminat untuk segera memindahkan produksinya ke Sleman.

Di 2015 lalu, sektor pariwisata menyumbang nilai investasi Rp1,4 triliun dari PMDN dan USD120 juta dari PMA. Sektor perdagangan dan jasa menyumbang Rp1,2 triliun (PMDN) dan USD31 juta (PMA).

Adapun sektor industri mendatangkan nilai Rp510 miliar (PMDN) dan USD80 juta (PMA). Penyerapan tenaga kerjanya mencapai 21 ribu orang.

Wilayah DIY, khususnya Sleman, disebutkan Purwatno masih jadi market besar bagi investor. Akses tenaga kerja juga relatif lebih mudah.

Namun begitu, pihaknya tidak bisa begitu saja membuka pintu ivestasi tanpa unsur pengendalian. Terutama kaitannya dengan tata ruang lingkungan serta penyerapan tenaga kerja. (*)

Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved