Masih Ada Puluhan Rumah di Bantul yang Berdiri di Atas Saluran Irigasi

Imbasnya aliran air di saluran irigasi tersebut tak lancar, hingga tak jarang menyebabkan banjir di sekitarnya.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Usman Hadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Saluran irigasi di sejumlah titik di Kabupaten Bantul saat ini di atasnya banyak berdiri bangunan semi dan permanen.

Imbasnya aliran air di saluran irigasi tersebut tak lancar, hingga tak jarang menyebabkan banjir di sekitarnya.

Tak hanya itu, dengan adanya bangunan di atas saluran irigasi, endapan lumpur juga menjadi sukar diambil, sehingga menyebalkan aliran air tak lancar menuju hilir.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bantul, bukan hanya bangunan semi permanen saja yang berdiri di saluran irigasi, melainkan bangunan permanen macam rumah-rumah penduduk.

Di antara bangunan rumah yang berada di atas saluran irigasi seperti di Desa Bangunharjo dan Desa Timbulharjo.

Di Desa Bangunharjo terdapat sebuah rumah yang berada persis di atas saluran air, sementara di Desa Timbulharjo bahkan ada sebuah rumah yang bagian belakangnya mencaplok saluran irigasi, sementara di atas saluran irigasi yang dicaplok itu dibangun kamar mandi.

"Sebenarnya banyak sekali (bangunan rumah di atas saluran irigasi). Kalau mereka jelas akan kami eksekusi, karena jelas-jelas melanggar aturan, tapi untuk penertibannya akan kami lakukan secara pelan-pelan. Karena kalau itu bangunan rumah, terus kami eksekusi pasti (rumahnya) ambruk," jelas Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan SDA Kabupaten Bantul, Heri Subagiyo, Jumat (19/8/2016).

Heri mencatat sebenarnya tidak hanya di dua desa itu saja yang terdapat rumah yang berdiri di atas saluran irigasi, melainkan di banyak tempat.

Saat ini bangunan rumah di atas saluran irigasi jumlahnya puluhan, bahkan menurut Heri di satu saluran irigasi saja rata-rata terdapat dua sampai tiga rumah yang berdiri di atasnya.

"Hampir semua saluran air ada kasus pelanggaran," imbuhnya.

Meskipun mengetahui jika banyak bangunan liar, termasuk bangunan rumah yang berdiri di saluran air, Heri menuturkan jika pihaknya sukar menertibkan sejumlah bangunan itu karena tak memiliki wewenang.

Pasalnya tak semua saluran irigasi di Bantul berada di bawah pengawasan SDA, melainkan sebagian ada yang berada di bawah pengawasan provinsi.

Heri mencontohkan di Pedukuhan Jotawang, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul. Heri menuturkan jika sebenarnya pihaknya telah mengetahui jika ada bangunan rumah dua lantai yang berdiri di atas saluran air, namun karena SDA Kabupaten Bantul tak memiliki wewenang, akhirnya pihaknya tak bisa mengeksekusi.

"Waktu mereka (pemilik rumah) kami datangi, mereka malah bilang jika urusan ini bukan urusan kami (SDA Bantul), tapi kewenangannya ada di PUP-ESDM (Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral DIY," paparnya. (*)

Penulis: usm
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help