TribunJogja/

Sastra

PUISI : Wanita Bergaun Aksara

Sepenggal suara nadiku lirih menggoda air mata dengan selendang nestapa

Salahkah?
Jika aku,
Wanita bertidung kadang kala

Munafikkah?
Jika tawaku menenggelamkan patahan tulang belulang
Hingga menjadi obat biusku sendiri

Dimana aku, itu tempatku
Dimana aku, itu napas dan hentiku
Sepenggal suara nadiku lirih menggoda air mata dengan selendang nestapa

Mata masih saja mengeja kisah hidup
Dan musim sepertinya belum usai mengumpulkan serpihan rindu yang tercecer
Tak jua hendak berpihak

Rasaku hanya menjadi segumpal duri dalam darahku sendiri
Asa meratap hingga dipusaran dada
Melekat erat dirusuk waktu

Di bibir telaga menanti sekeping senja membiaskan potret waktu lalu
Biarlah dunia akan menari seperti apa
Tak akan ada tangis menghujani tanah tak bersalah

Bolehkah aku?
Menyaksikan alur yang tak terukur
Dengan merdu nyanyian napas suciku dalam ruang jeda. (Surini)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help