TribunJogja/

Moeldoko Beri Bantuan Rp 3,5 Miliar untuk Pengairan Warga di Semanu Gunungkidul

Pompa air tanpa mesin senilai Rp 3,5 miliar diperbantukannya kepada masyarakat Semanu Gunungkidul untuk membantu pengairan

Moeldoko Beri Bantuan Rp 3,5 Miliar untuk Pengairan Warga di Semanu Gunungkidul
Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
Mantan Panglima TNI Jendral TNI (Purn) Moeldoko meresmikan saluran irigasi di desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta Senin (8/8/2016) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Mantan Panglima TNI, Jendral TNI (Purn) Moeldoko, masih ingat betul saat dirinya diberikan penganan ubi dan air putih oleh warga setempat ketika kelaparan dan kehausan saat sedang berlatih tempur di Gunungkidul.

Hal tersebut selalu diingatnya sebagai utang budi yang akan dibayarnya nanti. Terbukti, hari ini, Senin (8/8/2016), Moeldoko melunasi dharma baktinya dengan membantu masyarakat Gunungkidul dengan bantuan pompa pengairan senilai Rp 3,5 miliar untuk mengatasi kekeringan.

"Saya ingin memberikan hadiah kepada masyarakat Gunungkidul,"katanya disela meresmikan saluran irigasi di desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta Senin (8/8/2016).

Moeldoko menceritakan, saat dirinya masih menjadi taruna akmil akhir tahun 1970-an dirinya dan taruna lainnya mengikuti rute jendral Sudirman, saat itu kondisi Gunungkidul masih tertinggal dan tandus.

Namun, jiwa sosial masyarakat saat itu tinggi. Hal itu terbukti saat para taruna melewati rumah penduduk mereka menyediakan ubi, Ketela pohon, Gula merah dan air putih untuk diberikan.

"Alhamdulliah setelah punya kesempatan saya ingin mengembalikan darma bakti saya kepada masyarakat," ucap Moeldoko.

Lanjut Moeldoko, pompa air tanpa mesin senilai Rp 3,5 miliar diperbantukannya kepada masyarakat Semanu Gunungkidul untuk membantu pengairan untuk pertanian dan keperluan sehari-hari warga masyarakat.

Ia merogoh koceknya dalam-dalam untuk membangun sistem pipa air sampai ketinggian 134 meter. Panjangnya pipa yang digunakan, memerlukan biaya yang cukup tinggi.

"Sistem pengairan ini dinilai efisien karena tak memakai mesin, sehingga masyarakat tak perlu pusing-pusing memikirkan bahan bakar," tutur Moeldoko.

Tak berhenti disitu, Moeldoko berjanji akan membantu penelitian mengenai lahan pertanian yang tak mampu menyimpan nutrusi. Bantuan bibit tanaman unggul seperti padi dan jagung juga akan diberikan.

"Nanti kita datangkan ahli nuklir disini, untuk penelitian tanah dan bibit tanaman. Dengan begitu, bisa menghasilkan 9,4 ton perhektar, tanah kering pun disulap menjadi sawah," ujar Moeldoko.

Salah seorang warga setempat sekaligus petani, Tohiran, menyambut baik bantuan dari Moeldoko. Ia berharap sebanyak 21 pompa air yang disebar di desa Semanu dan Pacarejo diharapkan dapat mengantisipasi kekurangan air saat musim kemarau.

"Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, karena tahun lalu lahan pertanian disini puso akibat kekurangan air. Kami sangat berterimakasih,"katanya. (*)

Penulis: rfk
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help