Mahasiswa UGM Kembangkan Lampu dari Logam Bekas

Lima mahasiswa UGM berupaya melakukan penelitian untuk mencari sumber-sumber energi alternatif.

Mahasiswa UGM Kembangkan Lampu dari Logam Bekas
dokpri
Lampu EDULA ramah lingkungan menggunakan sumber energi logam bekas. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebutuhan energi listrik di dunia masih tinggi. Dan keadaan tersebut berbanding terbalik dengan kesediaan sumber energi listrik dari minyak bumi yang semakin menipis.

Di Indonesia sendiri belum semua daerah teraliri listrik. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan, sebagian masyarakat di daerah terpencil yang belum mendapat aliran listrik memilih untuk menggunakan lampu berbahan bakar minyak tanah.

Prihatin dengan keadaan tersebut, lima mahasiswa UGM berupaya melakukan penelitian untuk mencari sumber-sumber energi alternatif. Mereka pun berhasil mengembangkan lampu ramah lingkungan bersumber energi bahan logam bekas.

Lampu ramah lingkungan tersebut kemudian dinamai Established Self-Sustainable Alternative Source of Energy for Society From Salt Water and Using Reused Materials atau disebut sebagai EDULA.

Kelima mahasiswa yang membuatnya adalah Faqih Nurfajrin, Ika Novita S., dan M. Shokhibul Izza dari Teknik Kimia 2012, Yulisyah Putri Daulay dari Teknik Industri 2013, dan Muhammad Nabil Satria Faradis dari Teknik Mesin 2012.

"Pengembangan sumber energi alternatif ini penting dikembangkan di Indonesia. Pasalnya, hingga kini belum semua daerah Indonesia teraliri listrik. Data Kementrian ESDM 2016 mencatat setidaknya lebih dari 12.659 desa di Indonesia yang tidak memiliki akses listrik. Kemudian untuk pencahayaan desa tersebut menggunakan lampu minyak tanah," ujar Ketua tim pengembang EDULA, M. Shokhibul Izza.

Sementara itu menurut Izza, selain harganya yang mahal lampu bersumber energi minyak tanah tersebut menghasilkan karbondioksida yang dapat menyebabkan kualitas udara di dalam ruangan menjadi buruk dan berbahaya.

Karena itulah, kelimanya mengembangkan lampu yang bersifat ramah lingkungan dengan memanfaatkan logam bekas sebagai sumber energi dengan pereaksi air laut. Bahan tersebut adalah bahan yang banyak terdapat di sekitar kita.

Lampu EDULA sendiri, dikatakan nabil dibuat menggunakan prinsip dasar reaksi redoks pada sel sirkuit Volta sebagai sumber energi listrik.

Reaksi tersebut didasarkan pada sifat fisik dari logam di mana beberapa logam rentan terhadap oksidasi dan logam lainnya tidak.

Halaman
12
Penulis: una
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help