TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Danrem Adakan Kunjungan ke Rumah Garuda

Sesuai namanya, Rumah Garuda berisi koleksi sejarah dan perkembangan Garuda Pancasila, yang kemudahan dijadikan lambang negara.

Danrem Adakan Kunjungan ke Rumah Garuda
tribunjogja/usmanhadi
Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, TNI Stephanus Tri Mulyono saat berkunjung ke Rumah Garuda, museum pribadi Nanang Rakhmat Hidayat di Sewon, Bantul, sebelum peringatan hari lahir pancasila, Jumat (27/5/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, TNI Stephanus Tri Mulyono mengadakan kunjungan ke Rumah Garuda, yang berada di Sewon, Bantul. Rumah Garuda sendiri merupakan museum pribadi Nanang Rakhmat Hidayat.

Sesuai namanya, Rumah Garuda berisi koleksi sejarah dan perkembangan Garuda Pancasila, yang kemudahan dijadikan lambang negara.

"Kalau sejarah bendera merah putih banyak orang yang tahu siapa yang membuat, tapi kalau ditanya siapa pembuat Garuda Pancasila, banyak orang yang belum tahu," jelas Nanang saat berdialog dengan Danrem, Jumat (27/5/2016).

Tri mengakui, jika memang sekarang ini sejarah pancasila belum banyak terkuak. Adapun maksud kunjungannya ke Rumah Garuda, tak lain untuk mengenal lebih dekat berbagai koleksi di dalamnya.

"Memang koleksi yang ada di Rumah Garuda sebagian belum terungkap di sejarah kita. Makanya saya datang ke sini, karena saya ingin tahu, dan saya akan mencoba memberikan masukan ke dinas terkait untuk menggali sejarah dan nilai-nilai pancasila," paparnya.

Meskipun Garuda Pancasila telah memasuki usia ke-100 tahun pada satu Juni 2016, Tri menyebut masih banyak kalangan termasuk sejarawan yang tak tahu asal muasal Lambang Garuda Pancasila.

"Padahal pancasila itu digali dari nilai-nilai luhur bangsa, dan itu semuanya berasal dari budaya leluhur kita," sebutnya.

Oleh sebab itu, dalam peringatan 100 tahun Pancasila kali ini, Tri menjelaskan jika sekarang adalah momen yang tepat untuk memperkenalkan Pancasila ke khalayak, sehingga Pancasila tak ditinggalkan masyarakat.

"Pada satu Juni nanti, kami akan mengadakan Peringatan Pancasila, berupa kirap Pancasila," tukasnya.

Pancasila sebagai Perekat

Di era sekarang, memang Pancasila tak ubahnya hanya sebagai lambang negara. Tapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tak banyak diamalkan masyarakat.

Imbasnya perpecahan akibat isu-isu sara mudah menyeruak ke permukaan, hasilnya gesekan mudah terjadi di mana-mana.

"Memang Kadang-kadang kalau sudah berbicara kepentingan, banyak orang yang lupa dengan Pancasila, sehingga masyarakat jadi mudah terbelah," ulasnya

Padahal, bila nilai Pancasila diamalkan, kesatuan bangsa pasti utuh, dan masyarakatnya bisa padu.

"Kami berharap, anak-anak sebagai penerus bangsa bisa ditanamkan nilai-nilai Pancasila, sehingga di dalam jiwanya bisa tumbuh nilai kebangsaan dan persatuan," tutupnya. (tribunjogja.com)

Penulis: usm
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help