TribunJogja/

Joki Wisata di Gua Pindul Sepakat Digabung dalam Satu Organisasi

FKPM sendiri akan segera melakukan pembenahan, terutama etika dalam bekerja

Joki Wisata di Gua Pindul Sepakat Digabung dalam Satu Organisasi
content.rajakamar.com
Ilustrasi: Gua Pindul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akhirnya memfasilitasi keberadaan joki obyek wisata Gua Pindul untuk bisa tetap eksis dan mendukung perkembangan pariwisata.

Para joki yang selama ini tidak memiliki organisasi akhirnya digabung dalam satu  wadah di bawah pembinaan Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) Desa Bejiharjo.

Perwakilan FKPM Desa Bejiharjo, Suwargito mengatakan dengan digabungnya seluruh joki dalam satu wadah ini, pihaknya berharap nantinya bisa menjadi awal untuk melakukan penataan.

FKPM sendiri akan segera melakukan pembenahan, terutama etika dalam bekerja sehingga perilaku miring yang sering terjadi tidak akan terulang lagi.

Selain etika, seluruh joki akan diberikan seragam lengkap dengan id card sebagai tanda bukti kalau mereka merupakan bagian dari pengelolaan obyek wisata Gua Pindul.

“Semua akan meninggalkan atribut masing-masing pengelola. Sekarang kita wadahi dalam satu organisasi dibawah pembinaan FKPM,” katanya disela-sela penertiban atribut Gua Pindul di komplek Hutan Tleseh, Playen, Kamis (21/4/2016).

Dia mengungkapkan, dengan difasilitasinya para joki ini, diharapkan seluruh joki bisa menjalankan tugas dengan benar.

Jangan sampai kepercayaan yang diberikan malah dilanggar dengan melakukan hal-hal yang menyalahi aturan.

“Ini bentuk komitmen kami, kalau mereka tidak membayar retribusi, mereka akan ditolak masuk ke kawasan wisata,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan joki, Parman mengatakan pihaknya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan sehingga para joki tetap bisa bekerja.

Pihaknya mengaku siap untuk membantu pemerintah Gunungkidul untuk ikut membesarkan dunia pariwisata.

“Kita berterima kasih kepada pemkab Gunungkidul terutama BapaK Wakil Bupati yang memberikan kesempatan Joki untuk tetap hidup dan berbenah sehingga tidak dilarang,” imbuhnya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, yang dalam kesempatan itu sempat memberikan pembinaan kepada para joki mengatakan pihaknya mengapresiasi kesadaran para joki yang mau masuk dalam sebuah organisasi.

Dengan bergabung dalam sebuah organisasi ini diharapkan kedepan akan semakin baik dan bisa membantu pemerintah dalam mengembangkan pariwisata.

“Dengan adanya inisiatif ini berarti gayung bersambut. Mudah-mudahan akan lebih baik,” katanya. (*)

Penulis: has
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help