TribunJogja/
Home »

Jawa

Pemkab Klaten Dapat DAK untuk Perbaikan Saluran Irigasi

Sebanyak 40 persen saluran irigasi di daerah ini mengalami kerusakan.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemkab Klaten mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp17,46 miliar untuk perbaikan saluran irigasi pertanian tahun 2016.

Dari catatan Bidang Sumber Daya Air, DPU ESDM Klaten, sebanyak 40 persen saluran irigasi di daerah ini mengalami kerusakan.

Hal itu dikatakan oleh Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPU ESDM Klaten Pramana Agus Wijanarka. Kepada pewarta ia membenarkan terkait kucuran dana tersebut. Ia mengatakan, fokus perbaikan diprioritaskan untuk saluran irigasi primer dan sekunder.

"Untuk besaran DAK adalah Rp 17,46 miliar ditambah dana pendampingan sebanyak Rp 800 juta, dari APBD Klaten. Adapun untuk dana dari pusat digunakan untuk memperbaiki 51 titik saluran irigasi. Sedangkan, untuk dana pendampingya ada sekitar tujuh titik. Jadi total ada 58 titik saluran irigasi yang akan diperbaiki," ujarnya, Jumat (1/4/2016).

Kecuali Kemalang, DAK perbaikan saluran irigasi pertanian akan disebar merata untuk seluruh kecamatan. Hal itu didasari alasan, karena kecamatan yang ada di kaki Gunung Merapi itu, tidak memiliki areal pertanian.

Pramana menyebut, dari 40 persen saluran irigasi yang rusak disebabkan oleh bencana alam, usia dan ulah tangan manusia. "Ada yang dilubangi dan dijadikan sebagai keramba atau kolam ikan," tuturnya.

Kabid SDA menjelaskan saat ini baru memasuki tahap persiapan. Namun demikian, ada lima titik yang sudah siap untuk dilelang. Dikatakannya, dari lima titik tersebut akan siap di unggah di unit layanan pengadaan (ULP) pada minggu depan.

"Adapun untuk sisanya sedang dalam persiapan gambar dan lain sebagainya, kira-kira sudah 50 persen. Setelah rampung akan segera diluncurkan di dokumen lelang," terang Pramana.

Terpisah, Kepala DPU ESDM Klaten Abdul Mursyid menjelaskan, selain perbaikan saluran irigasi pertanian, adapula perbaikan jalan dan sarana sanitasi. Ia menjelaskan, untuk sarana sanitasi berupa perpipaan dan pengeboran sumur. Adapun untuk kebutuhan tersebut, tersedia anggaran DAK sebesar Rp 4,5 miliar. (*)

Penulis: pdg
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help