Puluhan Anggota Geng Paling Kejam Tak Berkutik Setelah Dibekuk Polisi

Puluhan anggota gang paling sadis di Salvador berhasil dibekuk aparat kepolisian setempat setelah 72 jam gencatan senjata antar geng

Puluhan Anggota Geng Paling Kejam Tak Berkutik Setelah Dibekuk Polisi
Reuters
Puluhan anggota geng paling sadis di Salvador dibekuk polisi 

TRIBUNJOGJA.COM, EL SALVADOR - Puluhan anggota gang paling sadis di Salvador berhasil dibekuk aparat kepolisian setempat setelah 72 jam gencatan senjata antar geng. Mereka merupakan salah satu geng yang kerap kali berbuat keonaran hingga tindakan pembunuhan sadis.

Adapun saat melintasi halaman penjara Quezaltepeque, 10 mil utara San Salvador, anggota geng Tato Mara Salvatrucha dikawal ketat oleh polisi bersenjata. Mereka berjalan berjongkok di belakang pagar kawat berduri dengan hanya mengenakan celana.

Pemenjaraan massal dilakukan 72 jam setelah tiga geng terbesar di El Salvador, yakni Bario 18 Revolucionarios, Bario 18 Surenos dan Mara Salvatrucha (MS 13) melakukan gencatan senjata. Pada Sabtu akhir pekan kemarin, mereka mengeluarkan pernyataan video yang memerintahkan anggotanya untuk berhenti membunuh selama tiga hari.

Sebagai gantinya, mereka meminta pemerintah untuk menunda menerapkan taktik atau perang luar biasa melawan geng-geng tersebut karena merupakan bagian integral masyarakat.

Namun kepala polisi El Salvador, Howard Cotto menolak gencatan tersebut dan tidak ada negosiasi untuk semua jenis organisasi kriminal.

"Kami tidak memiliki apapun untuk dibicarakan dengan organisasi kriminal. Tugas kita untuk menyelidiki dan mengadili mereka yang melakukan kejahatan," kata Cotto seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (31/3/2016).

Tahun 2016 ini, El Salvador merebut posisi Honduras sebagai negara yang paling kejam di dunia. Dalam tiga bulan terakhir, sudah ada 3.000 kematian di negara tersebut.

Sedangkan tahun lalu ada 100 kematian per 100.000 penduduk, menjadi negara dengan tingkat pembunuhan tertinggi selama 20 tahun. Total pembunuhan untuk tahun 2015 mencapai 6.657 kasus.

Pada bulan Januari 2016, keamanan negara dalam kondisi yang memprihatinkan karena persaingan antara ketiga geng. Jumlah pembunuhan meningkat ketika Presiden Ceren menyatakan perang terhadap mereka.

Pemerintah telah menangkap dan membunuh orang yang diduga anggota geng, mengirim tentara ke sejumlah titik keberadaan mereka, serta mengklasifikasikan geng sebagai kelompok teroris.

Sikap pemerintah terhadap para geng semakin mengeras setelah pembantaian terhadap delapan pekerja listrik dan tiga pemotong tebu di barat ibu kota San Salvador.

El Salvador bersama dengan dua negara tetangganya, Honduras dan Guatemala dikenal sebagai Segitiga Utara di Amerika Tengah karena perang antar geng yang terus berkecamuk. Geng-geng itu dibawa masuk dari jalan-jalan di Los Angeles dan penjara AS. (*)

Penulis: say
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help