Pariwisata Terkemuka dan Berbudaya Jadi Program Prioritas Badingah - Immawan

Badingah mengatakan bahwa hal itu menjadi program prioritas untuk Gunungkidul ke depan.

Pariwisata Terkemuka dan Berbudaya Jadi Program Prioritas Badingah - Immawan
Tribun Jogja/ Hari Susmayanti
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul menetapkan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Badingah-Immawan Wahyudi sebagai pemenang pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2015, Senin (21/12/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul terpilih, Badingah dan Immawan Wahyudi, beserta Bupati dan Wakil Bupati dari Kabupaten Sleman dan Bantul akan resmi dilantik dan mengemban tugas mereka masing-masing, pada Rabu (17/2/2016) pagi di Bangsal Kepatihan.

Sehari sebelumnya, pada Selasa (16/2/2016) pagi, para Bupati dan Wakil Bupati dari tiga daerah itu mengikuti gladi resik di tempat yang sama.

Setelah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati, tentunya mereka memiliki beberapa program yang akan mereka lakukan saat mengemban tugasnya selama lima tahun ke depan.

Salah satunya program yang dimiliki Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul terpilih, yaitu Pariwisata Terkemuka dan Berbudaya.

Dalam perbincangannya bersama Tribun Jogja, Badingah mengatakan bahwa hal itu menjadi program prioritas untuk Gunungkidul ke depan.

"Kita tidak menyangka, selama dua tahun ini pariwisata di Gunungkidul berkembang sangat pesat sekali. Pariwisata terkemuka dan berbudaya menjadi program prioritas kami ke depannya. Selain itu kami pun akan melanjutkan program-program sebelumnya yang belum terlaksanakan atau yang masih berjalan," ungkap Badingah, Selasa (16/2/2016) pagi.

Ia menjelaskan, dibalik pengembangan di sektor pariwisata di Gunungkidul, pihaknya pun akan tetap menanamkan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakatnya sejak dulu hingga saat ini.

Jadi, walaupun sektor pariwisata terus berkembang di setiap waktunya, masyarakat Gunungkidul masih tetap memiliki dan menanamkan budaya atau kearifan lokal mereka dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Selain itu, di saat nantinya sektor pariwisata Gunungkidul semakin berkembang, pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai pihak tidak hanya untuk mengembangkan pariwisata, namun juga mengembangkan SDM dan masyarakatnya.

Ia mencontohkan kerjasama yang rencananya akan dijalin bersama Kemenag untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakatnya.

"Misalnya dengan Kemenag, yang nantinya memberikan motivasi kepada masyarakat juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terutama mengenai penguatan keimanan dan ketakwaan. Jangan sampai dengan meningkatkan pariwisata di Gunungkidul akan mengubah sifat atau kebiasaan dari masyarakat," ujarnya. (*)

Penulis: abm
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help