Halim Tak Masalahkan Belum Ada Rumah Dinas Wakil Bupati Bantul

Sejumlah ruangan terlihat dipakai untuk gudang dan di halaman ada beberapa bus termasuk bus yang remuk karena kecelakaan.

Halim Tak Masalahkan Belum Ada Rumah Dinas Wakil Bupati Bantul
tribunjogja/anasapriyadi
Lokasi bangunan milik Pemkab Bantul yang pernah menjadi rumdin wabup. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati-Wakil Bupati Bantul bakal dilantik oleh Gubernur DIY pada hari ini, Rabu (17/2/2016), selepas dilantik nanti sejumlah fasilitas bisa didapat Suharsono dan Abdul Halim Muslih, termasuk rumah dinas kepala daerah.

Terkecuali bagi Halim yang tidak akan menerima fasilitas Rumah Dinas Wakil Bupati karena Bantul hingga saat ini belum memiliki bangunan tersebut dan hanya memiliki satu Rumah Dinas untuk Bupati di Nogosari, Trirenggo, Bantul.

Asisten Administrasi Umum Setda Bantul, Sunarto mengungkapkan hingga saat ini rencana pembuatan rumah dinas untuk wakil bupati belum terealisasi meski sudah pernah diusulkan.

Pemkab Bantul diakuinya sempat memiliki bangunan yang difungsikan sebagai rumah dinas wakil bupati. "Tapi itu sudah dulu sekali," paparnya

Bangunan tersebut sempat beberapa kali berganti fungsi menjadi kantor beberapa dinas, hingga saat ini tidak dipakai karena statusnya masih dipertimbangkan sebagai cagar budaya.

Dari pantauan wartawan Tribun Jogja, bangunan besar yang berada di tepi Jalan Jenderal Sudirman, serta di timur kompleks 1 Pemkab Bantul memang nampak tertinggalkan.

Sejumlah ruangan terlihat dipakai untuk gudang dan di halaman ada beberapa bus termasuk bus yang remuk karena kecelakaan.

Wakil Bupati Bantul terpilih, Abdul Halim Muslih mengungkapkan selepas pelantikan nanti masih akan tetap tinggal di rumah pribadinya di Singosaren, Wukirsari, Imogiri.

"Karena memang pemerintah daerah tidak menyediakan rumah dinas untul wakil bupati," ujarnya.

Meski tidak mendapatkan fasilitas rumah dinas, Halim mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut dan rumahnya tetap terbuka untuk melayani masyarakatnya.

"Ya sekalipun nanti pelayanannya di rumah saya tentu settingnya bukan rumah dinas, ya seadanya nanti secara optimal kita akan berikan layanan, tapi dengan keterbatasan yang ada harap dimaklumi," terangnya.

Menurutnya, rencana untuk pembangunan rumah dinas untuk wakil bupati diketahuinya sudah direncanakan sejak lama pada periode kepala daerah Bantul sebelumnya.

Namun dalam pembahasan APBD 2016 akhir tahun lalu terjadi kontroversi di legislatif yang membuat rencana tersebut belum terlaksana.

"Ya lebih baik yang kontroversi kita hindari saja," tuturnya. (tribunjogja.com)

Penulis: apr
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved