Masih Kecil Tapi Sudah Jadi Pengamat Burung

Sebuah tantangan dan juga kesenangan yang menyatu, memacu Mikail Kaysan (12) tertarik menjadi pengamat burung di usianya yang masih muda.

Masih Kecil Tapi Sudah Jadi Pengamat Burung
Tribun Jogja/Kurniatul Hidayah
Mikail Kaysan (12) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebuah tantangan dan juga kesenangan yang menyatu, memacu Mikail Kaysan (12) tertarik menjadi pengamat burung di usianya yang masih muda.

Kaysan yang sudah diperkenalkan dengan kegiatan pengamatan burung sejak usia 4 tahun, pada tahun 2013 memutuskan bergabung dengan Jakarta Bird Walk untuk bisa mendalami spesies burung yang ada di Indonesia.

"Orangtua memberikan dukungan penuh atas hobiku ini. Bahkan kalau ada pertemuan pengamat dan pemerhati burung di luar kota, beberapa kali diantar. Kalau sekarang sudah bisa pergi sendiri," terangnya ketika ditemui Tribun Jogja saat jeda acara Konfrensi Nasional Peneliti dan Pemerhati Burung Indonesia II, di Auditorium Kampus 3 Gedung Bonaventura Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Kamis (4/2/2016).

Siswa kelas VI tersebut melakukan perjalanan terjauhnya untuk pengamatan burung hingga ke Koto Kaciak, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat.

Di sana ia menemukan spesies Cekakak Belukar yang sangat indah di matanya. Kaysan lantas mengamati spesies tersebut lekat-lekat, dan mencatat jenisnya.

Debutnya sebagai pengamat burung tak berhenti sampai di sana.

Sejak awal tahun 2016, setiap hari, siswa home schooling tersebut melakukan pengamatan secara independen di komplek rumahnya di daerah Buaran, Jakarta Timur.

Proyek tersebut sudah lama ia rencanakan dan ia targetkan selesai tahun ini juga.

"Aku sedang mengerjakan proyek pemetaan burung di komplek rumahku. Setiap hari aku melakukan pengamatan tentang jenis burung apa yang hidup di sekitar sana. Hingga saat ini, berdasarkan pengamatanku, populasi terbanyak adalah Burung Gereja. Ada juga Kutilang di sana," terangnya.

Bertekad ingin jadi pengamat burung profesional, nantinya, jika proyeknya tersebut usai, ia ingin mendedikasikannya untuk ilmu pengetahuan dan juga sumber informasi bagi siapapun yang membutuhkan.

"Tidak dijual. Nanti kalau ada yang mau bisa langsung kontak aku," ucapnya lalu tersenyum.

Motivasinya datang ke Yogya untuk mengikuti konfrensi tersebut pun tak lepas dari keinginannya untuk memperdalam pengetahuan tentang jenis-jenis burung di Indonesia, baik yang endemik maupun migran.

Perjalanannya mendokumentasikan jenis-jenis burung ia jabarkan secara gamblang dan menarik di blog pribadinyacatatankaysan.weebly.com. (tribunjogja.com)

Penulis: kur
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved