Membedah Novel Karya Tere Liye

Perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta mencoba mengembalikan semangat minat baca masyarakat

Membedah Novel Karya Tere Liye
dok pri
Acara talkshow bertajuk bedah novel di Perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, 

MENGANTISIPASI dampak-dampak negatif kemajuan teknologi, segenap pengelola Perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta mencoba mengembalikan semangat minat baca masyarakat di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta khususnya, dan seluruh lapisan masyarakat umumnya.

Acara talkshow bertajuk bedah novel, merupakan salah satu program kerja dari Perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, sekaligus sebagai penutup serangkaian acara Milad sekolah (Lustrum ke-13) SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

Setelah perolehan Akreditasi A dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) Agustus 2015, kali ini Pengelola Perpustakaan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menghadirkan penulis novel yang sangat populer di kalangan anak-anak, remaja hingga dewasa, yakni Tere Liye.

Karyanya, novel Pulang, menjadi topik obrolan pada Ahad, 24 Januari 2016, di Aula SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta dengan kategori pelajar, mahasiswa, dan umum, dari berbagai kota.

Para peserta sangat antusias mengikuti acara talkshow bertajuk bedah novel ini.

Tere Liye pada talkshow bedah novel Pulang, antara lain, mengatakan, "Pergilah, carilah ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya, namun jangan lupa tempat asalmu, kembalilah dan bangun tempat kau dilahirkan."

Hal itu senada dengan pernyataan sang pendiri Muhammadiyah, yaitu KH. Ahmad Dahlan, yang selalu mengingatkan kepada seluruh kader-kadernya dengan pernyataan "Jadilah dokter, insinyur, guru, dan lain sebagainya, lalu kembalilah kepada Muhammadiyah".

Satu pernyataan yang hampir memiliki maksud dan tujuan sama, yakni jangan melupakan tempat asalmu.

Setelah kehadiran penulis yang sangat produktif dan energik ini, diharapkan minat baca masyarakat kembali tertanam pada jiwa mereka, terutama para peserta bedah buku.

Tidak hanya berhenti sampai minat baca yang tertanam pada jiwa mereka, melainkan juga dapat berkarya melalui tulisan.

Karena pada hakikatnya seseorang bisa menulis dan berkarya karena membaca, dan dari membaca mereka akan mendapatkan inspirasi yang lebih dan lebih. (*)


*Oleh: Lilik Faizatul Mu'arofah
Pustakawan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved