Ayo Stop Praktik Perkawinan Anak

Diperkirakan satu dari lima anak perempuan di Indonesia menikah pada usia anak.

Ayo Stop Praktik Perkawinan Anak
Dok pri
Kalyanamitra bekerjasama dengan Paguyuban Perempuan Menoreh (Guyub Remen) mengadakan pemutaran film dan diskusi komunitas bertema Membangun Komitmen Bersama untuk Menghentikan Praktik Perkawinan Anak . 

PRAKTIK perkawinan anak di Indonesia sangat mengkhawatirkan sekarang. Hasil penelitian Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia tahun 2015 mengungkapkan, angka perkawinan dini di Indonesia menempati peringkat kedua teratas di Asia Tenggara.

Diperkirakan satu dari lima anak perempuan di Indonesia menikah pada usia anak.

Hal ini tentu bukan prestasi yang bisa dibanggakan, justru harus segera dilakukan tindakan karena menyangkut hak anak atas kehidupan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan.

Demikian juga dengan di Kabupaten Kulonprogo, praktik perkawinan anak masih terus terjadi.

Menurut laporan tahunan Pengadilan Agama Kulonprogo, pada tahun 2014 ada 54 pekara yang diputus terkait dispensasi kawin.

Karena itu, dalam rangka membangun komitmen bersama untuk menghentikan praktik perkawinan anak, Kalyanamitra bekerjasama dengan Paguyuban Perempuan Menoreh (Guyub Remen) mengadakan pemutaran film dan diskusi komunitas bertema "Membangun Komitmen Bersama untuk Menghentikan Praktik Perkawinan Anak".

Acara diadakan, Selasa, 19 Januari 2016, di ruang pertemuan Lentera Kasih, Desa Banjaroya, Kalibawang, Kulonprogo.

Hadir sebagai pembicara, Ibu Rena Herdiyani dari Kalyanamitra, Maesur Zaky dari PKBI Yogyakarta, dan Ibu Inayah dari UIN Sunan Kalijaga, dengan moderator saya selaku koordinator Program Kalyanamitra di Desa Banjaroya.

Adapun peserta yang hadir adalah kelompok dampingan Kalyanamitra di Banjaroya, Karang Taruna Banjaroya, dan siswa-siswi sekolah di Kecamatan Kalibawang.

Potret perkawinan anak di Indonesia dilandasi oleh beragam faktor seperti tradisi, stereotipe gender, ekonomi, dan legitimasi kebijakan negara.

Halaman
12
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved