Citizen Journalism

Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan bagi Dokter Gigi

Pelatihan diselenggarakan pada tanggal 13-14 Januari 2016, di Hotel UC UGM, dengan narasumber dari PUSBANKES 118.

Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan bagi Dokter Gigi
ist

Drg Theresia Puspitawati MKes
Anggota PDGI Cabang Sleman

TRIBUNJOGJA.COM - Kegawatdaruratan merupakan situasi yang sering dihadapi oleh tenaga medis, sehingga keterampilan dalam menangani situasi gawat darurat pun yang harus dimiliki.

Walaupun penyakit yang berkaitan dengan gigi sering dianggap tidak 'mematikan', namun beberapa tindakan dalam upaya penanganan masalah kesehatan gigi, seperti pencabutan gigi, juga berpotensi menimbulkan kondisi gawat darurat.

Selain itu, sebagai anggota masyarakat, dokter gigi juga diharapkan menjadi change of agent bagi masyarakat dalam upaya menumbuhkan kepedulian ketika menemuan kasus kegawatdarutan di lingkungan sekitar, semisal kecelakaan, stroke ataupun serangan jantung.

Penanganan awal yang tepat, akan menjadi penentu bukan sekadar mengurangi kesakitan namun juga menghindarkan dari kecacatan atau bahkan kematian.

Persatuan Dokter Gigi (PDGI) Cabang Sleman, untuk kali pertama menyelenggarakan pelatihan Basic Life Support yang terstandart dan tersertifikasi.

Pelatihan diselenggarakan pada tanggal 13-14 Januari 2016, di Hotel UC UGM, dengan narasumber dari PUSBANKES 118.

Peserta pelatihan, 40 peserta yang mayoritas anggota PDGI Cabang Sleman, dan beberapa peserta dari luar kota, bahkan dari Kalimantan.

Materi pelatihan meliputi Management Airway and Breathing, Pertolongan Pertama pada Syok, Prinsip Penanggulangan Kegawatdaruratan, Resusitasi Jantung Paru (RJP), Stabilisasi dan Transportasi.

Selain mendapatkan teori, peserta juga melakukan praktik secara langsung (balut bidai), RJP dan Pengelolaan Jalan Nafas dan Pernafasan dengan Probandus Boneka.

Keterampilan penanganan kegawatdaruratan hasil pelatihan ini diharapkan juga akan ditularkan ke masyarakat luas, sehingga akan terbentuk masyarakat yang tanggap kondisi gawat darurat.

Jika hal ini terwujud, maka bila dijumpai kondisi kegawatdaruratan, penanganan pertama bisa cepat dan tepat dilakukan sehingga hal fatal terhindarkan, dan banyak nyawa terselamatkan. (*)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved