MI Grojogan Bagikan Sembako

DI Dusun Grojogan, Wirokerten, Kabupaten Bantul, pada 1 Januari 2016 diselenggarakan Milad ke-45 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Grojogan

MI Grojogan Bagikan Sembako
Dok pri
Nanang Abadi, Sekretaris Komite MI Grojogan

DI Dusun Grojogan, Wirokerten, Kabupaten Bantul, pada 1 Januari 2016 diselenggarakan Milad ke-45 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Grojogan.

Salah satu kegiatan dalam milad ini adalah pembagian paket sembako bagi fakir miskin, Sekolah yang dahulu berdiri tahun 1971, dengan siswa 12 anak, kini pada usia yang ke-45 di tahun 2015 sudah memiliki 280 siswa (kelas pararel).

Banyak alumninya yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN), antara lain, UGM, UNY, UIN, UPN, dan bekerja sebagai PNS, TNI-POLRI maupun swasta.

Belum lama ini sekolah tersebut telah mencatat prestasi menjadi rangking 1 nilai UN Se-Kecamatan Banguntapan selama lima tahun berturut-turut. Hal ini patut untuk diapresiasi, demikian segudang prestasi lain.

Pada acara Milad ke-45 diselenggarakan berbagai kegiatan, antara lain, penanaman pohon di sekitar halaman sekolah oleh alumni, tabur bunga di makam para pendiri MI Grojogan di makam Sasonoloyo Grojogan (makam Bapak Tomorejo, Bapak Mangkudiharjo, Bapak Yoto Sudarmo, Bapak H Idris Hadi Susanto, Bapak Waridi Al-Huda BA).

Pada malam Jumat diadakan sarasehan yang dihadiri segenap keluarga besar MI dan tokoh masyarakat Dusun Grojogan, kemudian hari Jumat tanggal 1 Januari pembagian sekitar 100 paket untuk fakir miskin, berupa beras, minyak goreng, gula pasir, dan lain-lain.

Paket sembako merupakan sumbangan dari para alumni.

Siangnya dilanjutkan dengan kirab jalan sehat diikuti para guru, alumni, siswa, dan wali siswa serta masyarakat. Pemberian penghargaan kepada para pendiri MI, dilanjutkan pengajian.

Selaku penceramah, Bapak KH Burhanudin dari Ponggok, Jetis, Bantul, menyampaikan bahwa siswa sekolah sekarang tidak cukup hanya diberi pelajaran duniawi tapi juga harus diberi pendidikan agama, moral dan etika sehingga tatkala terjun di dunia kerja mereka punya landasan iman yang kuat sehingga tatkala jadi pejabat tidak korupsi sehingga bisa sukses dunia akhirat.

Menurut beliau, hal itu dimiliki oleh Madrasah Ibtidaiyah. Beliau juga berharap kepada masyarakat agar jangan memandang sebelah mata atau takut menyekolahkan anak-anaknya di madrasah. (*)

*Oleh: Nanang Abadi
Sekretaris Komite MI Grojogan

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved