Citizen Journalism

Pemuda Ikut Memajukan Wisata Gunungkidul

Kalimat singkat ini seakan-akan mengisyaratkan kepada kita, para pemuda, untuk memberikan konstribusi luar biasa untuk bangsa Indonesia.

Pemuda Ikut Memajukan Wisata Gunungkidul
dok.pri
Timur Satria Nugraha 

Timur Satria Nugraha
Mahasiswa PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

SEMASA hidup, Presiden pertama kita, Ir Soerkarno, pernah mengatakan "Berikan aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia".

Kalimat singkat ini seakan-akan mengisyaratkan kepada kita, para pemuda, untuk memberikan konstribusi luar biasa untuk bangsa Indonesia.

Ir Soekarno percaya bahwa hanya pemudalah yang mampu melakukan kemajuan-kemajuan yang dapat membuat seluruh dunia tercengang.

Sebab, pemuda adalah sosok yang mempunyai semangat tinggi, seorang pemuda yang masih memegang teguh idealismenya, sehingga mereka dapat merobohkan tembok-tembok yang menghalangi mereka.

Bila kita menengok tahun 1990-an, generasi muda saat itu menjadi pelopor kesatuan dalam simbol Tanah Air, kebangsaan, dan bahasa persatuan melalui Sumpah Pemuda.

Hal ini pula yang di unggulkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk menjadikan muda-mudi sebagai salah satu simbol kemajuan untuk daerah Gunungkidul, mengikutsertakan pemuda dalam mengelola daerah Gunungkidul di bidang pariwisata maupun perindustrian.

Sebagai salah satu daerah yang terkenal akan destinasi wisatanya dan makanan tradisional yang masih terjaga sampai saat ini, Gunungkidul mengundang banyak wisatawan untuk berwisata kuliner. Itu menjadi salah satu pendorong untuk kemajuan Gunungkidul.

Hal ini tentunya tidak lepas dari peran para pemuda Gunungkidul yang ikut mengelola dan mengembangkan bidang pariwisata sehingga dapat terkenal di kancah nasional maupun internasionnal.

Pemuda yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) dan Ikatan Anak Rantau Gunungkidul (IKARAGIL), berhasil mendedikasikan Gunungkidul sebagai kota wisata. Dengan kerja keras, para pemuda dapat mempromosikan wisata yang ada di Gunungkidul sampai ke luar Jawa.

Terbukti, saat ini Gunungkidul sangat maju dibangdingkan dengan lima tahun yang lalu, saat bidang pariwisata belum terkenal seperti sekarang.

Saat ini banyak pembangunan yang telah tersusun rapi seperti Alun-Alun Kota Wonosari, Taman Kuliner Jalan Baru, pembangunan tugu perbatasan di Bukit Bintang Patuk, dan tentu saja wisata-wisata pantai yang eksotis.

Terbukti, pada tanggal 8-11 Oktober 2015, Pantai Sepanjang, salah satu pantai yang ada di Gunungkidul, menjadi tempat pertandingan voli pantai kelas Asia Pasifik, yang diikuti 15 negara, dan merupakan ajang terbesar kawasan Asia Pasifik. (*)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved