TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Petani Bantul Mulai Rasakan Dampak Perubahan Iklim

Dampak El Nino mulai terasa pada pertanian padi khususnya yang jauh dari sungai dan mengandalkan sumur pompa.

Petani Bantul Mulai Rasakan Dampak Perubahan Iklim
tribunjogja/yosephhary
Petani Kedungsari Pengasih, Supoyo, bermodal pompa air menjadi penyedia jasa tenaga pompa air bagi para petani yang kebanyakan mengalami kesulitan aiir untuk pertanian karena kekeringan di musim kemarau, Jumat (14/8/2015). (ilustrasi) 

Petani Bantul Mulai Rasakan Dampak Perubahan Iklim

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dampak perubahan iklim dengan adanya fenomena alam El Nino mulai dirasakan beberapa lahan pertanian di Bantul yang kekurangan air meski kini berada di musim penghujan.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bantul, Suroto menjelaskan dampak El Nino mulai terasa pada pertanian padi khususnya yang jauh dari sungai dan mengandalkan sumur pompa.

"Kalau lahannya gampang dialiri air dari Sungai Progo atau Kamijoro aman, tidak parah," katanya pada Jumat (8/1/2016).

Lahan pertanian yang kesulitan air di musim penghujan saat ini karena jauh dari saluran irigasi teknis menurutnya harus diselamaykan dengan pompa diesel.

Dia mencontohkan untuk mengairi 1600 meter persegi lahan padi menggunakan bantuan pompa diesel selama enam jam membutuhkan empat liter BBM tiap harinya.

"Otomatis sarana produksi naik, biaya produksi jadi lebih mahal," kata petani asal Sanden ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, Partogi Dame Pakpahan mengungkapkan sudah melakukan pemantauan ke lapangan dan memang sudah ada petani lahan padi yang menggunakan pompa air untuk irigasinya terutama di pertanian lahan pasir di daerah selatan.

"Di lahan-lahan tertentu yang memang tidak ada irigasi teknis atau setengah teknis yang sedot air," terangnya.

Halaman
12
Penulis: apr
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help