TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Dinas SDA Bantul Andalkan Satgas untuk Antisipasi Potensi Banjir

Satuan tugas operasional dan pemeliharaan (Satgas OP) Dinas SDA Bantul diandalkan untuk membersihkan saluran irigasi dari sampah.

Dinas SDA Bantul Andalkan Satgas untuk Antisipasi Potensi Banjir
net
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Mengantisipasi potensi banjir memasuki musim penghujan kali ini, satuan tugas operasional dan pemeliharaan (Satgas OP) Dinas SDA Bantul diandalkan untuk membersihkan saluran irigasi dari sampah.

Kasi Operasi Jaringan Irigasi Dinas Sumber Daya Air (SDA) Bantul, Yitno menjelaskan 15 tenaga Satgas OP yang dimiliki Bantul diandalkan saat sampah sudah menutupi aliran irigasi, sehingga dikhawatirkan memunculkan banjir.

"Ada pintu-pintu air walau sudah dibuka, kalau sampah menutupi semua akhirnya membeludak," katanya pada Minggu (22/11/2015).

Satgas OP sendiri menurutnya berstatus tenaga kontrak. Namun mereka memiliki tugas penting agar aliran irigasi tetap bisa mengaliri lahan pertanian, dan juga membersihkannya dari sampah agar tidak menimbulkan banjiir.

Aliran irigasi di Bantul sendiri menurutnya bisa memunculkan kerawanan banjir, karena Bantul terletak di hilir banyak sungai yang mengalir dari utara, sehingga banjir bisa terjadi jika ada kiriman air dalam jumlah banyak dari wilayah laij di hulu.

"Makanya kalau Sleman hujan lebat kita harus mulai membuka pintu air, seperti Mei kemarin di sini banjir tapi tidak ada hujan karena airnya kiriman," terangnya.

Sebelumnya, Kasi Pencegahan dam Kesiapsiagaan BPBD Bantul, Dewanto Dwipoyono mengungkapkan sungai besar yang rawan meluap pada musim hujan di Bantul adalah Sungai Opak, Gajahwong, Code, Winongo, Bedog, dan Progo.

Selain itu ada pula sungai kecil yaitu Sungai Pesing di Imogiri dan Sungai Celeng di Pleret.

"Kalau wilayah selatan yang rawan banjir lahan pertanian di utara lahan pemukiman," terangnya.

Untuk mengantisipasi banjir pada musim penghujan kali ini menurutnya telah dibuat empat zonasi rawan banjir untuk memudahkan respon jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

"Kalau banjir antisipasinya paling tepat normalisasi saluran air," terangnya. (*)

Penulis: apr
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help