Pameran Otty Widasari Mengajak Menjelajahi Masa Lalu

Puluhan lukisan baik berukuran kecil, hingga paling besar yang bercerita tentang negeri Hindia Belanda berjejer di Ark Galerie, Jl Suryodiningratan 36

Pameran Otty Widasari Mengajak Menjelajahi Masa Lalu
Tribun Jogja/Riezki Andhika P
Puluhan lukisan baik berukuran kecil, hingga paling besar yang bercerita tentang negeri Hindia Belanda berjejer di Ark Galerie, Jl Suryodiningratan 36A Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM - Puluhan lukisan baik berukuran kecil, hingga paling besar yang bercerita tentang negeri Hindia Belanda berjejer di Ark Galerie, Jl Suryodiningratan 36A Yogyakarta.

Selain lukisan juga terpampang karya seni video, dan arsip-arsip gambar bergerak yang menjadi bahan riset sang seniman.

Adalah Otty Widasari seniman asal Jakarta yang menggelar Pameran tunggal bertajuk ‘Ones Who Looked at the Presence’.

Pameran ini mempresentasikan sebagian karya dari proyek seni Otty yang mengajak kita untuk menjelajah masa lalu dengan suatu kesadaran, bahwa arsip adalah sumber pengetahuan universal yang layak diakses oleh siapa pun tanpa terkecuali.

‘Ones Who Looked at the Presence’ adalah proyek seni berkelanjutan Otty Widasari yang mencoba mengeksplorasi hubungan antara filem, media, arisp, aksi dokumentasi, serta fenomena representasi dan reproduksi.

Sang seniman membedah satu demi satu dari setiap adegan gambar bergerak yang merupakan reproduksi dari arsip-arsip kolonial mengenai kehidupan masyarakat Hindia Belanda dahulu di tujuh lokasi.

Yakni Papua, Lembata, Toraja, Banjarmasin, Balikpapan, Jawa Tengah, dan Jakarta.

Aksi ini adalah caranya untuk melakukan “perekaman antropologis” terhadap peristiwa masa lalu melalui kerangka berpikir dan konteks masa kini: membalikkan kuasa terhadap sumber pengetahuan (sejarah) dan arsip, lantas dengan tepat meletakkannya di dalam ranah seni rupa zaman sekarang.

Sebuah riset saksama terhadap subjek-subjek historis di dalam arsip; menciptakan representasi baru yang mendekatkan kita kepada sejarah, melintasi ruang dan waktu.

Sehari setelah pembukaan, pada Jumat, (11/9) juga dilakukan diskusi publik yang memfokuskan percakapan mengenai seni rupa dan sinema. Pada diskusi ini hadir tiga pembicara, yaitu: Manshur Zikri (kurator), Otty Widasari (seniman), dan Yosep Anggi (sutradara dan pembuat filem); serta moderator Alia Swastika (kurator dan Direktur Program Ark Galerie).

Halaman
123
Tags
pameran
Penulis: rap
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved