TribunJogja/

Ini Tips Membeli Oleh-oleh di Yogyakarta Agar Tak Tertipu

Sebaiknya wisatawan jangan langsung tergiur dengan oleh-oleh yang ditawarkan dengan harga murah

Ini Tips Membeli Oleh-oleh di Yogyakarta Agar Tak Tertipu
iriandawahyuputra.wordpress.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.CIM, YOGYA - Berkunjung ke suatu daerah tak lengkap rasanya jika tak membeli cinderamata khas daerah yang kita kunjungi.

Sebagai kota tujuan wisata, Yogyakarta pun tersedia berbagai macam tempat untuk membeli oleh-oleh. Mulai dari sentra bakpia, sentra gudeg, hingga sentra batik.

Deddy Pranowo Eryono, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mengatakan sebaiknya wisatawan jangan langsung tergiur dengan oleh-oleh yang ditawarkan dengan harga murah.

Sebab oleh-oleh dengan harga murah, belum tentu kualitasnya baik.

"Saya menyarankan bagi wisatawan yang berkunjung ke Malioboro, jika ada tukang becak yang menawari mengantarkan untuk membeli oleh-oleh jangan langsung percaya. Minta saja diantarkan langsung ke sentra oleh-oleh yang telah banyak dikenal. Memang tak semua tukang becak di Malioboro akan menjerumuskan wisatawan, tapi sebaiknya wisatawan mengantisipasi," ujar Deddy.

Sentra oleh-oleh di Yogyakarta lokasinya tersebar. Untuk oleh-oleh bakpia, wisatawan bisa mengunjungi di daerah Pathuk.

Lalu untuk sentra gudeg, daerah Wijilan adalah yang paling terkenal di kalangan wisatawan yang ingin merasakan masakan asli Yogyakarta ini.

Dan bagi yang ingin berburu batik, Pasar Beringharjo dan Mirota Batik adalah dua tempat yang sayang untuk dilewatkan.

Menurut Deddy, untuk membeli oleh-oleh, sebaiknya wisatawan menanyakan terlebih dulu harganya.

Selain itu, ia juga menyarankan membeli oleh-oleh sebaiknya dilakukan di pusat atau sentranya. Sebab kualitasnya lebih bisa diandalkan.

"Dalam membeli oleh-oleh di suatu tempat, menawar harga disarankan untuk dilakukan. Seperti misalnya ketika membeli oleh-oleh di Pasar Beringharjo atau Malioboro. Tetapi jika di toko pusat oleh-oleh harganya sudah pas, namun kualitasnya tak diragukan lagi," kata Deddy.

Selain itu, menggunakan bahasa daerah setempat, yang dalam hal ini adalah bahasa Jawa, bisa sedikit membantu wisatawan untuk melakukan proses tawar menawar.

Lalu bagi tamu yang menginap di sebuah hotel, informasi tentang pusat oleh-oleh tentunya bisa ditanyakan di resepsionis tempat hotelnya menginap.

Informasi yang diberikan tentunya akan lebih meyakinkan. (tribunjogja.com)

Penulis: mim
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help