Bedah Buku 'Sabdaraja HB X' Ditilik dari Simbolisme Situs Budaya

Buku ini bercerita tentang Sabda Raja, ditimbang dari simbolisme yang ditemukan pada situs budaya

Bedah Buku 'Sabdaraja HB X' Ditilik dari Simbolisme Situs Budaya
Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
Ahmad Sarwono memamerkan buku tulisannya Sabda Raja HB X Dalam Timbangan Revolusi Karakter Istimewa di nDalem Yudonegaran,Kamis (4/6/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Diskusi dan bedah buku 'Sabda Raja HB X Dalam Timbangan Revolusi Karakter Istimewa', digelar di nDalem Yudonegaran, Kamis (4/6/2015).

Buku yang ditulis oleh penulis Ahmad Sarwono ini bercerita tentang Sabda Raja, ditimbang dari simbolisme yang ditemukan pada situs budaya di Keraton Yogyakarta Hadiningrat.

Simbol-simbol yang ditemukan pada Keraton, seperti simbol tulisan yang tertemukan pada Mihrab di Masjid Gede Kauman. Simbol-simbol tersebut tertulis dalam bahasa arab, yang menyebutkan Allah, Muhammad dan putri Nabi Muhammad yaitu Fatimah.

"Saya mengupas sabdaraja ini dari segi simbolisme keraton, ditimbang dari situs budaya, seperti yang tertemukan pada masjid gede kauman, tulisan Allah, Muhammad, dan Fatimah. Saya menyamakannya dengan yang sedang terjadi di Keraton," ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, Simbol-simbol yang ditemukan ini seolah menyiratkan bagaimana sayangnya Sultan HB X kepada putrinya GKR Mangkubumi seperti halnya Rasullullah sayang kepada putrinya, Fatimah. Ahmad berspekulasi bahwa Mangkubumi tidak bisa diangkat Raja oleh Sultan HB X sebagaimana Rasulullah tidak mengangkat Fatimah sebagai Khalifatullah.

Penulisan buku ini memakan waktu tiga bulan sejak diumumkannya Sabda Raja oleh Sultan bulan Maret 2015. Buku setebal 310 halaman ini memuat delapan bab yang menceritakan Sabda Raja dari sisi historis dan situs budaya keraton.(*)

Tags
Buku
Penulis: rfk
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved