Home »

DIY

» Bantul

Petani Akhirnya Bisa Manfaat Saluran Irigasi Kadisono

Saluran ini diserahkan kepada masyarakat Senin (25/5/2015) di Kembanggede, Guwosari, Pajangan

Petani Akhirnya Bisa Manfaat Saluran Irigasi Kadisono
Tribun Jogja/Anas Apriyadi
Petani di Pajangan akhirnya kini bisa memanfaatkan saluran irigasi sepenuhnya setelah peningkatan dan renovasi saluran irigasi di tiga titik yaitu Kadisono Kanan, Triwidadi, dan Ewon telah rampung . 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Petani di Pajangan akhirnya kini bisa memanfaatkan saluran irigasi sepenuhnya setelah peningkatan dan renovasi saluran irigasi di tiga titik yaitu Kadisono Kanan, Triwidadi, dan Ewon telah rampung .

Saluran ini diserahkan kepada masyarakat Senin (25/5/2015) di Kembanggede, Guwosari, Pajangan.

Kasi Rehabilitasi dan Jaringan irigasi Dinas SDA Bantul, Sigit Pulunggono menjelaskan bahwa sejak tahun 2009, saluran irigasi Kadisono sisi kaanan memang telah rusak sehingga menghambat produktivitas pertanian.

"Tahun 2011 saluran irigasi efektif terputus sehingga petani tidak bisa tanam padi lagi dan hanya tanam palawija," terangnya.

Upaya perbaikan yang diupayakan dinas SDA telah berhasil mengembalikan fungsi saluran irigasi di Kadisono Kanan hingga tahun ini.

Meski begitu, derasnya curah hujan akhir April lalu ternyata juga berimbas pada saluran irigasi yang telah diperbaiki.

"Petani sudah berhasil panen di masa tanam pertama tahun ini, tapi ada bencana banjir pada 22 April malah putus lagi saluran irigasinya," terangnya.

Upaya rehabilitasi yang kembali dilakukan akhirnya bisa membuat saluran irigasi mengalir kembali. Menurut Kepala Dinas SDA Bantul, Yulianto, saluran irigasi Kadisono Kanan sepanjang 600 meter yang memakan biaya Rp 3,2 miliar ini kini telah mengaliri lahan pertanian seluas 44 hektar.

"Para petani kini bisa memanfaatkan irigasi dan menikmati panen dengan hasil yang memuaskan," ujarnya.

Sementata itu, Bupati Bantul Sri Surya Widati dalam sambutannya menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat akan memerlukan bahan pangan dalam jumlah yang besar.

Menurutnya Bantul hingga kini telah mampu secara memenuhi kebutuhan bahan pangannya.

"Tahun 2014 Bantul telah mencapai produksi tanaman pangan yang cukup menggembirakan berupa padi 192 ton, jagung 22 ton, dan kedelai 2,5 ton," jelasnya.

Meski begitu, Ida juga memaparkan tantangan yang harus dihadapi pertanian di Bantul tidak mudah sehingga meminta masyarakat turut merawat saluran irigasi yang telah dibangun.

"Penyediaan bahan pangan masih akan menghadapi tantangan perubahan iklim global, rusaknya saluran irigasi, serta berkurangnya lahan pertanian," tandasnya. (tribunjogja.com)

Tags
Irigasi
Penulis: apr
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help