Ngarit, Kisah Perjuangan Masa Kecil Bupati Kulonprogo

Meski bukan sebagai anak yatim piatu, Hasto kecil mengaku hidup serba terbatas.

Ngarit, Kisah Perjuangan Masa Kecil Bupati Kulonprogo
Istimewa
Produk Lokal : Bupati Kulonprogo hasto Wardoyo menunjukkan air minum dalam kemasan bermerek AirKU dalam sebuah acara belum lama ini. Hasto memang gencar mempromosikan air minum kemasan produksi PDAM Tirta Binangun Kulonprogo itu yang menjadi diversifikasi usahanya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Bupati Hasto Wardoyo pada Selasa (23/12/2014) menyambut perwakilan penerima bantuan sosial bagi anak yatim Kulonprogo di Gedung Kaca. Selain serah terima bantuan, pertemuan itu juga menjadi kesempatan 'curhat' Bupati.

Hasto mengawalinya dengan motivasi agar anak-anak yatim di Kulonprogo tigak bersedih apalagi meratapi keterbatasannya. Pasalnya, kondisi terbatas dalam hidup justru kerap melahirkan orang-orang yang sukses dan hebat.

"Orang sukses umumnya hidup di lingkungan pahit," kata Bupati Hasto di Gedung Kaca Kulonprogo.

Menurutnya, dalam keterbatasan, orang akan terlatih secara mental menjadi kuat. Daya juangnya juga tinggi, dan tidak putus asa meraih cita-cita.

Dia pun mengisahkan masa kecilnya dulu. Meski bukan sebagai anak yatim piatu, Hasto kecil mengaku hidup serba terbatas.

"Saya sejak SD memelihara ayam. Setelah banyak, ayam dijual untuk membeli kambing. Waktu SMP sudah mengurusi 18 kambing," katanya.

Pengalaman masa kecilnya itu, menurut Bupati, merupakan saat terberat dalam perjalanan hidupnya. Meski demikian, hal itu membuat mentalnya terlatih.

"Betapa tidak karena sejak SD sampai SMA saya juga mencari rumput untuk makan ternak (ngarit)," ujar Hasto.

Pada momen tersebut, jumlah anak yatim dan tidak mampu yang diberi bantuan sebanyak 384 anak. Nilai total sebesar Rp 96 juta dan masing-masing anak menerima Rp 250 ribu.

"Silakan digunakan sedikit-sedikit, kalau bisa sisanya ditabung," pesan Hasto yang juga dokter spesialis kandungan ini. (*)

Tags
Kulonprogo
Penulis: ose
Editor: hdy
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved