Persiba Bantul

Sunni Hizbullah dapat Pengalaman Berharga di Persiba

Dua pertandingan yang dilalui oleh Sunni tersebut setidaknya bisa menjadi modal penting bagi dia untuk menatap musim depan.

Sunni Hizbullah dapat Pengalaman Berharga di Persiba
indobolanews.com
Logo Persiba Bantul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Musim lalu, Persiba Bantul mulai mempercayakan beberapa pos untuk diiisi oleh pemain muda, meski hal tersebut terjadi di akhir-akhir kompetisi. Setidaknya ada dua nama pemain dari Persiba Bantul U21 yang dipercaya untuk membela Persiba Bantul di Indonesia Super League, Sunni Hizbullah dan Alfian Rabdha.

Untuk nama yang disebutkan diawal, Sunni Hizbullah bahkan sempat diturunkan sebagai starter di beberapa laga di akhir musim kompetisi. Saat itu ada pemain yang tidak mau bertanding yakni Oyedepo karena masih ada masalah dengan manajemen terkait dengan finansial, hal tersebut menjadi sebuah kesempatan tersendiri bagi Sunni, karena ada pos yang kosong.

Laga pertama Sunni bersama Persiba Bantul adalah laga lawan Persiram Raja Ampat di Stadion Maguwoharjo Sleman. Saat itu, pemain dengan nomor punggung 16 tersebut masuk line up dan menjadi starter bersama Wahyu Wiji Astanto dan Muhammad Aulia Ardi di lini belakang Laskar Sultan Agung.

Laga tersebut menjadi bersejarah karena itu kali pertama Sunni bermain di kasta ISL yang notabene adalah kasta tertinggi untuk sepakbola nasional. "Lawan Persiram adalah laga pertama saya di kompetisi ISL. Ya rasanya grogi tegang dan campur aduk," lontar Sunni kepada Tribun Jogja, kemarin.

Lawan Persiram, menjadi debut yang kurang memuaskan karena Persiba Bantul kalah dengan skor yang cukup telak, 3-0. Sementara itu, dipertandingan selanjutnya saat Persiba Bantul menjadi tuan rumah melawan Persiba Bantul, Sunni mencatatkan prestasi tersendiri.

Bermain di Stadion Sultan Agung, Persiba Bantul berhasil menang 3-2 dan salah satu gol kemenangan Persiba Bantul diciptakan oleh pemain Sunni dimenit ke 62. Setelah sebelumya sempat tertinggal terlebih dahulu 0-2.

Dua pertandingan yang dilalui oleh Sunni tersebut setidaknya bisa menjadi modal penting bagi dia untuk menatap musim depan. Setidaknya tidak semua pemain muda memiliki kesempatan seperti yang didapatkan oleh Sunni di musim kemarin.

"Bermain di ISL pada musim kemarin menjadi sebuah modal pengalaman bagi saya, karena bisa mencicipi kompetisi level nasional," ujarnya. (tribunjogja.com)

Penulis: dnh
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help