Pemilik Bangunan di Malioboro Akan Mendapat Insentif Dari Pemerintah

Menurut Rani, kota besar Kyoto, Jepang misalnya, juga menerapkan sistem insentif itu untuk penataan kotanya.

Penulis: esa | Editor: Hendy Kurniawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pemilik bangunan di sepanjang Malioboro akan mendapat insentif dana dari Pemda DIY. Itu ditujukan untuk perbaikan fasad bangunan agar selaras dengan konsep penataan di sumbu filosofi Yogyakarta itu.

Wacana itu tercantum dalam Raperdais Tata Ruang yang disusun Pemda DIY. Kemungkinan, itu baru bisa diterapkan pada 2016 menunggu pengesahan Raperdais yang ditargetkan selesai tahun depan.

"Nanti akan ada insentif dana. Bisa 50:50 atau 40:60 (sharing dananya). Tapi itu baru akan dibahas dalam Raperdais nantinya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY Rani Sjamjinarsi, Rabu (4/12/2014).

Menurut Rani, kota besar Kyoto, Jepang misalnya, juga menerapkan sistem insentif itu untuk penataan kotanya. Penataan fasad bangunan itu ditujukan untuk menyeragamkan bangunan dengan tema kawasan. Desain kawasan Malioboro kini tengah disusun berdasarkan desain para pemenang sayembara penataan Malioboro pada awal 2014 lalu.

Ada beberapa alternatif desain yang muncul. Ada yang menyeragamkan fasad bangunan di sepanjang Malioboro bertemakan Indische. Ada yang menyertakan mural di sepanjang dinding-dinding pertokoan, dan lain sebagainya.

Sebelum menata fasad bangunan, pada 2015, Pemda akan menata parkir lebih dulu. Kantong parkir di trotoar sisi timur akan dibersihkan, dikembalikan sebagai jalur pejalan kaki. Lantas dipindahkan ke bangunan parkir bertingkat di Abu Bakar Ali yang mulai dibangun 2015. (*)

Tags
Malioboro
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved