Bantul Manfaatkan Sampah Pasar untuk Kompos

Pemanfaatan sampah pasar menjadi pupuk kompos itu sudah dilakukan di empat pasar yakni Pasar Imogiri, Pasar Niten, Pasar Jejeran dan Pasar Piyungan

Bantul Manfaatkan Sampah Pasar untuk Kompos
jongjava.com
Ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Siti Ariyanti

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sampah organik sisa barang dagangan di pasar kini tak perlu lagi dibuang sia-sia. Pasalnya, sampah-sampah tersebut dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk pertanian.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul, Eddy Susanto mengatakan, pemanfaatan sampah pasar menjadi pupuk kompos itu sudah dilakukan di empat pasar yakni Pasar Imogiri, Pasar Niten, Pasar Jejeran dan Pasar Piyungan.

"Empat pasar tersebut menjadi pilot project kami. Kalau bisa maksimal, tak menutup kemungkinan akan kami kembangkan ke pasar-pasar lain," terang Eddy, Rabu (3/12/2014).

Program ini sudah mulai dijalankan pada tahun 2013 lalu dan akan terus dimaksimalkan ke depannya. Adapun petani yang sudah memanfaatkan pupuk kompos olahan sampah pasar adalah pertani jagung di Bulak Karang, Desa Wijirejo, Pandak.

Bila biasanya tanaman jagung menggunakan pupuk urea, maka petani di desa tersebut sudah menggunakan pupuk kompos.

"Pupuk kompos yang berasal dari sayur-sayuran dan buah-buahan busuk ini justru lebih bagus dan tidak berbahaya," tambah Eddy. (tribunjogja.com)

Tags
Sampah
Penulis: say
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved