Warga Ngaglik Gelar Pemilihan RT Langsung untuk Ajari DPR

Warga RT 1 Dayu, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman menggelar pemilihan ketua RT secara langsung layaknya dalam pemilihan kepala daerah

Warga Ngaglik Gelar Pemilihan RT Langsung untuk Ajari DPR
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Warga RT 1 Dayu, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman menggelar pemilihan ketua RT secara langsung layaknya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), Minggu (28/9/2014). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

SLEMAN, TRIBUN - Warga RT 1 Dayu, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman menggelar pemilihan ketua RT secara langsung layaknya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), Minggu (28/9/2014).

Acara pemilihan ketua RT digelar secara serius dengan membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) lengkap dengan bilik dan kotak suaranya. Sekitar pukul 09.00 sejumlah warga sudah antri di TPS, petugas TPS mulai dari panitia, dan saksi pun sudah siap melayani warga yang datang untuk memilih ketua RT mereka.

layaknya proses pencoblosan biasa, warga yang mendapat undangan mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu suara. Setelah itu mereka menuju bilik suara dan mencoblos tiga kandidat ketua RT yang ada. Kartu suara tersebut dimasukan ke dalam kotak suara yang dijaga oleh petugas.

Mantan Ketua RT 1 Dayu, Nandito Setyono, memaparkan pemilihan ketua RT secara langsung tesebut sudah dua kali dilaksanakan, yakni pada tahun 2011 dan kembali digelar tahun ini. Nandito menuturkan tujuan digelar acara tersebut untuk memberikan pendidikan politik kepada warga khusus kepada yang muda tentang bagaimana melaksanakan demokrasi dalam lingkungan terkecil.

Berbeda dengan pemilihan umum pada umumnya, dalam pemilihan ketua RT ini yang boleh menggunakan hak suaranya yaitu mereka yang berusia diatas 15 tahun. Hal tersebut disepakati warga supaya anak-anak muda di RT tersebut tidak apatis dan memiliki pengalaman sebelum mengikuti pemilihan kepada daerah, legislatif atau pun presiden, dan secara umum memberikan pendidikan politik.

"Dalam kegiatan ini mereka akan mendapatkan pengalaman, minimal tahu prosesnya," ujarnya.

Selain memberikan pendidikan politik kepada warga, pelaksanaan pemilihan ketua RT secara langsung tesebut merupakan bentuk protes mereka terkait keputusan DPR tentang pilkada tidak langsung lewat UU Pilkada.

"Kami ingin memberikan contoh kepada DPR yang merampas hak politik rakyat, kebetulan acara ini hampir bersamaan dengan penentuan pilkada tidak langsung, jadi anggap saja ini sindiran. Kami ditingkat bawah melakukan pemilihan secara langsung, kok mereka malah sebaliknya, itu sakit namanya," tegasnya. (tribunjogja.com)

Tags
Pilkada
Penulis: nto
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved