• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Jogja

PMI Segera Kirimkan Bantuan ke Korban Topan Haiyan Filipina

Senin, 11 November 2013 21:36 WIB
PMI Segera Kirimkan Bantuan ke Korban Topan Haiyan Filipina
EPA
Kelaparan dan minimnya ketersediaan makanan memicu warga melakukan penjarahan di lokasi terparah yang terkena bencana badai dahsyat Haiyan di Filipina 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Palang Merah Indonesia berencana mengirim bantuan kepada korban badai topan Haiyan di wilayah Filipina. Rencana PMI itu disampaikan Jusuf Kalla usai bertemu Ketua Bidang Relawan Palang Merah Filipina Corazon Alma G. De Leon. Pertemuan itu merupakan pertemuan lanjutan usai Kalla bertemu para ketua Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-Dunia di Sydney, Australia, Senin (11/11/2013).Siaran pers yang diterima Tribun, Kalla menyebut, bantuan yang diperlukan korban adalah pemukiman sementara, makanan dan minuman, obat-obatan, dan sarana air bersih dan sanitasi (watsan). Hal ini merujuk pengalaman bencana alam di Indonesia dan negara tetangga di ASEAN.

Rencananya, PMI akan menyalurkan bantuan melalui Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Lokasi ini dinilai paling dekat dengan lokasi bencana topan Haiyan di Provinsi Leyte Filipina. Menggunakan kapal laut yang disewa dari Bitung, kapal akan mengangkut logistik yang didatangkan dari gudang regional PMI Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam waktu, delegasi PMI yang dipimpin Jusuf Kalla juga berencana mengunjungi lokasi bencana topan Haiyan. PMI akan menggandeng Palang Merah Filipina dalam mendistribusikan bantuan melalui kapal laut tersebut.

Amerika Serikat (AS), Australia, dan PBB, segera merespon bencana yang baru saja melanda Filipina lewat pengiriman sejumlah bantuan. Kementerian Pertahanan AS, mengirimkan personil militer dan peralatan berat untuk membantu upaya pencarian dan pertolongan para korban.

"AS sudah memberikan bantuan kemanusiaan yang signifikan, dan kami siap untuk membantu Pemerintah (Filipina) dan dalam upaya pemulihan," ujar Presiden AS, Barack Obama dalam sebuah pernyataan dikutip dari Channelnewsasia.com, Senin (11/11/2013).

Seorang juru bicara marinir AS, Kolonel John Peck mengatakan sebanyak 90 marinir dan pelaut, dan dua pesawat KC-130J Hercules telah bertolak dari Jepang menuju Filipina, dengan membawa peralatan, termasuk pesawat yang dapat beroperasi tanpa landasan pacu.

Adapun Pemerintah Australia berjanji mengucurkan 10 juta Dollar Ausralia untuk membantu Filipina.Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop mengatakan tragedi yang terjadi di Filipina tidak terperikan, dan telah meluluhlantahkan negeri itu.

Jumlah ini mencakup 4 juta Australia Dollar yang disalurkan melalui PBB dan 3 juta Australia Dollar yang diberikan oleh organisasi non-pemerintah Australia. Bantuan tersebut mencakup terpal, tikar tidur, kelambu, wadah air, dan alat kesehatan dan kebersihan. Sebuah tim medis Australia akan terbang ke Filipina menggunakan pesawat angkut militer C17 dari Darwin.

Sementara badan PBB, UNICEF mengirimkan 60 ton bantuan, termasuk obat-obatan. Diperkirakan bantuan itu akan sampai di Filipina di hari Selasa. Setelah itu, sedianya juga akan menyusul pengiriman alat pemurni air dan peralatan sanitasi.

Sementara Komisi Eropa mengatakan akan memberikan tiga juta Euro untuk membantu Pemerintah Filipina. Selain itu, Pemerintah Inggris menawarkan paket bantuan darurat senilai 9,6 juta US Dollar.

Pemerintah Jerman mengirimkan bantuan seberat 23 ton, dan Pemerintah Taiwan menjanjikan bantuan langsung tunai sebesar 200 ribu US Dollar, dan pemerintah Singapura menyumbang 40 ribu US Dollar. (*)

Editor: mon
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas