Minggu, 19 April 2015

PMI Segera Kirimkan Bantuan ke Korban Topan Haiyan Filipina

Senin, 11 November 2013 21:36

PMI Segera Kirimkan Bantuan ke Korban Topan Haiyan Filipina
EPA
Kelaparan dan minimnya ketersediaan makanan memicu warga melakukan penjarahan di lokasi terparah yang terkena bencana badai dahsyat Haiyan di Filipina 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Palang Merah Indonesia berencana mengirim bantuan kepada korban badai topan Haiyan di wilayah Filipina. Rencana PMI itu disampaikan Jusuf Kalla usai bertemu Ketua Bidang Relawan Palang Merah Filipina Corazon Alma G. De Leon. Pertemuan itu merupakan pertemuan lanjutan usai Kalla bertemu para ketua Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-Dunia di Sydney, Australia, Senin (11/11/2013).Siaran pers yang diterima Tribun, Kalla menyebut, bantuan yang diperlukan korban adalah pemukiman sementara, makanan dan minuman, obat-obatan, dan sarana air bersih dan sanitasi (watsan). Hal ini merujuk pengalaman bencana alam di Indonesia dan negara tetangga di ASEAN.

Rencananya, PMI akan menyalurkan bantuan melalui Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Lokasi ini dinilai paling dekat dengan lokasi bencana topan Haiyan di Provinsi Leyte Filipina. Menggunakan kapal laut yang disewa dari Bitung, kapal akan mengangkut logistik yang didatangkan dari gudang regional PMI Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam waktu, delegasi PMI yang dipimpin Jusuf Kalla juga berencana mengunjungi lokasi bencana topan Haiyan. PMI akan menggandeng Palang Merah Filipina dalam mendistribusikan bantuan melalui kapal laut tersebut.

Amerika Serikat (AS), Australia, dan PBB, segera merespon bencana yang baru saja melanda Filipina lewat pengiriman sejumlah bantuan. Kementerian Pertahanan AS, mengirimkan personil militer dan peralatan berat untuk membantu upaya pencarian dan pertolongan para korban.

"AS sudah memberikan bantuan kemanusiaan yang signifikan, dan kami siap untuk membantu Pemerintah (Filipina) dan dalam upaya pemulihan," ujar Presiden AS, Barack Obama dalam sebuah pernyataan dikutip dari Channelnewsasia.com, Senin (11/11/2013).

Seorang juru bicara marinir AS, Kolonel John Peck mengatakan sebanyak 90 marinir dan pelaut, dan dua pesawat KC-130J Hercules telah bertolak dari Jepang menuju Filipina, dengan membawa peralatan, termasuk pesawat yang dapat beroperasi tanpa landasan pacu.

Adapun Pemerintah Australia berjanji mengucurkan 10 juta Dollar Ausralia untuk membantu Filipina.Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop mengatakan tragedi yang terjadi di Filipina tidak terperikan, dan telah meluluhlantahkan negeri itu.

Halaman12
Editor: mon
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas