• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Jogja

Pusat Keramaian DIY Menuju ke Arah Barat

Jumat, 11 Oktober 2013 10:47 WIB

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setidaknya lima mall dan pusat perbelanjaan baru akan segera hadir di Yogyakarta. Seperti diwartakan Tribun Jogja, lima pusat perbelanjaan yang bakal hadir di DIY itu adalah Sahid Jogja Lifestyle di Jalan Babarsari, Malioboro City dan Lippo Mall Saphire di Jalan Laksda Adisucipto, Jogja City Mall (satu kompleks dengan The Rich Sahid Hotel) di Jalan Magelang Km 6, serta Hartono Lifestyle Mall di Ring Road Utara.

Menurut Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY, Lilik Syaiful Ahmad, mall dan pusat perdagangan di perkotaan bisa tumbuh di mana pun. Pasalnya, mall selain untuk belanja sekaligus bisa menjadi tujuan jalan-jalan atau rekreasi.

Namun, Lilik menambahkan, pemerintah jangan sampai hanya mementingkan bisnis semata. Lilik berpendapat, penataan kawasan secara keseluruhan perlu dilakukan.

"Ada banyak kepentingan lain misalnya budaya dan sosial. Apalagi sekarang ini akan ada perda keistimewaan, jadi tidak boleh melupakan aspek-aspek selain bisnis," kata Lilik, Rabu (9/10/2013).

Sebagaimana pernah disampaikannya, iklim investasi di Yogyakarta sedang membaik. Parameternya adalah maraknya pembangunan hotel dan jenis-jenis properti lainnya di Yogyakarta.

Lilik bahkan mengaku memiliki intuisi bisnis bahwa ke depan perkembangan pembangunan di Yogyakarta ke arah barat. Sebagaimana visi misi Yogyakarta 2025, kota budaya ini akan menjadi unggulan di bidang pariwisata.

"Pak Gubernur juga sudah menyatakan, halaman depan kota ini di sekitar pesisir dan barat. Kalau jadi ada bandara nanti berlokasi di barat, maka pertumbuhan ekonomi akan mengikuti ke sana," ujarnya.

Lilik memahami tren positif investasi di Yogyakarta dan maraknya pembangunan mall serta pusat perdagangan lainnya. Namun, dia mengingatkan, pemerintah tetap tidak boleh melupakan pembenahan pasar tradisional.

Meski pangsa pasar antara mall dan pasar tradisional berbeda, namun perkembangan keduanya tidak boleh timpang. Menurutnya, ketika bermunculan mall, pasar tradisional juga harus ditata dan dibenahi.(ose)

Penulis: ose
Editor: mon
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
401653 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas