• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Jogja
Home » Jawa

BNNP Jateng Bentuk Kader Penyuluh Anti Narkoba Pelajar

Rabu, 25 September 2013 11:58 WIB

Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG – Henhen Regillyan (16), siswi kelas XI IPA III SMAN 5 Semarang miris jika mendengar kata narkoba. Ia langsung kepikiran sosok pecandu yang bermata cekung dan sakaw. Ia tidak ingin teman-temannya terlibat dengan narkoba.

"Ada teman saya yang pernah ikut penyuluhan antinarkoba bercerita tentang bahaya narkoba. Jadi tahu sedikit-sedikit," kata remaja asal Pekalongan itu, Selasa (24/9).

Pengetahuan tentang narkoba menjadi hal yang selalu didengung-dengungkan di SMAN 5. Hal itu dikatakan oleh kepala SMAN 5 Semarang Waino. Beberapa dari muridnya selalu diikutkan untuk mengikuti penyuluhan antinarkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng.

Ia menghitung sudah ada 20 siswa dari berbagai kelas yang ikut penyuluhan itu. Mereka didaulat menjadi kader antinarkoba di sekolah. Sehingga bahaya narkoba bisa disebarkan di seluruh siswa. Para siswa yang diikutkan penyuluhan dari berbagai elemen seperti OSIS dan berbagai ekstrakulikuler di sekolah.

"Ada juga yang pernah dikirim ke pelatihan dari BNNP Jateng. Harapannya, semua anak tahu bahayanya narkoba. Setiap ajaran baru kami juga melakukan tes urine," katanya.

Sebelumnya, BNNP Jateng melansir tingkat penyalahgunaan narkoba pelajar dan mahasiswa mencapai 22 persen dari 400 ribuan warga Jateng. Angka itu membuat badan narkotika nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berkonsentrasi penuh untuk pencegahan di kalangan pelajar.

"80 persen sekolah di kota Semarang sudah terpapar penyuluhan antinarkoba," kata kepala bidang pencegahan BNNP Jateng Susanto di kantornya.

Ia mengatakan dari penyuluhan itu, pihaknya akan mengadakan pelatihan kader. Tiap sekolah diwakili lima siswanya. Lalu lima siswa ini akan menjadi kader dan mempunyai kontak langsung dengan BNNP.

Tahun ini, ia menargetkan mendatangi 54 sekolah di kota Semarang. Penyuluhan dan pengkaderan itu sudah dilakukannya sejak tiga tahun terakhir.sasarannya adalah pelajar sekolah menengah atas (SMA).

"Selama tiga tahun ini kamis sudah menyuluh 3.500 orang. Lalu membentuk kader pada 2012 sejumlah 960, dan 2013 sejumlah 1080," ucap Susanto.

Ia mengatakan juga menjalin kerjasama dengan pihak sekolah di Semarang. Pihak sekolah selain diberi penyuluhan, juga akan diuji sampel urin siswanya. Jika negatif maka akan mendapat plang sekolah antinarkoba. Dan pengecekkan itu rutin berkala. (bbb)

Penulis: bbb
Editor: mon
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
393474 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas