Selasa, 4 Agustus 2015
Home » Jawa

BNNP Jateng Bentuk Kader Penyuluh Anti Narkoba Pelajar

Rabu, 25 September 2013 11:58

Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG – Henhen Regillyan (16), siswi kelas XI IPA III SMAN 5 Semarang miris jika mendengar kata narkoba. Ia langsung kepikiran sosok pecandu yang bermata cekung dan sakaw. Ia tidak ingin teman-temannya terlibat dengan narkoba.

"Ada teman saya yang pernah ikut penyuluhan antinarkoba bercerita tentang bahaya narkoba. Jadi tahu sedikit-sedikit," kata remaja asal Pekalongan itu, Selasa (24/9).

Pengetahuan tentang narkoba menjadi hal yang selalu didengung-dengungkan di SMAN 5. Hal itu dikatakan oleh kepala SMAN 5 Semarang Waino. Beberapa dari muridnya selalu diikutkan untuk mengikuti penyuluhan antinarkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng.

Ia menghitung sudah ada 20 siswa dari berbagai kelas yang ikut penyuluhan itu. Mereka didaulat menjadi kader antinarkoba di sekolah. Sehingga bahaya narkoba bisa disebarkan di seluruh siswa. Para siswa yang diikutkan penyuluhan dari berbagai elemen seperti OSIS dan berbagai ekstrakulikuler di sekolah.

"Ada juga yang pernah dikirim ke pelatihan dari BNNP Jateng. Harapannya, semua anak tahu bahayanya narkoba. Setiap ajaran baru kami juga melakukan tes urine," katanya.

Sebelumnya, BNNP Jateng melansir tingkat penyalahgunaan narkoba pelajar dan mahasiswa mencapai 22 persen dari 400 ribuan warga Jateng. Angka itu membuat badan narkotika nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berkonsentrasi penuh untuk pencegahan di kalangan pelajar.

Halaman12
Penulis: bbb
Editor: mon
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas