• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribun Jogja

2000 Orang Murid Paud Klaten Peragakan Tarian Kolosal Kuda Lumping

Sabtu, 21 September 2013 16:24 WIB
2000 Orang Murid Paud Klaten Peragakan Tarian Kolosal Kuda Lumping
TRIBUNJOGJA.COM/OBED DONI ARDIYANTO
2000 murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Klaten memeringati Hari Anak Nasional dengan mempertunjukan kebolehan mereka dalam menarikan tarian kolosal 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Meskipun terbilang terlambat, namun semangat anak-anak untuk memeriahkan hari anak nasional (HAN) di halaman Pemkab Klaten. Saat itu, ada sekitar 2000 anak yang berusia antara tiga sampai empat tahun berkumpul untuk membawakan tarian kolosal yang satu diantaranya yakni tarian Kuda Lumping.

Ribuan anak yang tergabung dalam Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaud) se Klaten ini berusaha menunjukkan kebolehannya masing-masing. Mereka terbagi dalam empat group dan membawakan tarian seperti mulai tari kuda lumping, tari simple dan tari ayam brondol. Salah satunya ialah Raditya Arsari Yunarto (4), salah seorang siswa paud.

“Tadi menari jaranan (kuda lumping). Capek sih, tapi senang. Tidak susah. Cuma ikutin bu gurunya. Latihannya hanya tiga kali,” tuturnya setelah menari dibawah terik matahari, di Klaten, Jumat (20/9/2013).

Mengatur anak-anak dalam jumlah banyak ternyata tidak mudah. Sehingga hal itu membutuhkan kesabaran, seperti yang dikatakan salah satu pengasuh siswa paud, Purwanti (45). “Namanya juga anak-anak jadi wajar kalau mereka sulit untuk diatur. Harus lebih sabar daripada mengatur siswa kelas SMP atau SMA,” ucapnya.

Sebelum melakukan pertunjukan, para siswa paud tersebut diminta untuk berbaris. Mereka harus diatur oleh para pengasuh, karena polah bocah yang masih menggemaskan tersebut. Ada siswa yang menangis mencari orang tuanya, bahkan ada sibuk yang berbicara saat hendak memulai tarian.

Diiringi musik dan dipandu tiga guru yang ada di depan, anak-anak tersebut dengan antusias meniru gerakan tari pemandunya. Selain mengenakan kostum tari, anak-anak yang menari kuda lumping juga memakai kacamata hitam. Hal ini tentu saja menambah keceriaan bagi para penonton yang melihat tarian dengan durasi masing-masing sekitar sepuluh menit dari anak-anak tersebut,

Ditengah-tengah pertunjukan, polah anak-anak tersebut semakain membuat para guru semakin pasrah. Bagaimana tidak? Barisan group yang menari yang awalnya rapi, berubah menjadi tidak karuan. Bahkan sebelum tarian usai, tidak sedikit anak-anak yang meninggalkan lokasi pertunjukkan.

Selain untuk memeriahkan HAN 2013, kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan pengambangan paud di Kabupaten Klaten. Bahkan sebelum pertunjukan tari kolosal di halaman Pemkab Klaten tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten sudah mengadakan kegiatan yang sama di masing-masing kecamatan.

“Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan semangat dan dukungan kepada pengasuh Himpaud. Pasalnya, saat ini Dispendik sedang gencar untuk mengembangkan PAUD. Target untuk setiap RW akan dibangun satu PAUD. Sehingga kebutuhan pendidikan bagi anak usia dini dapat terpenuhi. Kami berharap dukungan masyarakat untuk dalam pengembangan PAUD,” jelas Kabid Pendidikan Non Formal (PNF) Disdik Klaten Listyowati.

Listyowati juga menambahkan, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan seni budaya kepada anak sejak usia dini. “Untuk memperkenalkannya sejak dini memang tidak mudah. Karena itu dibutuhkan kesabaran tersendiri untuk melatih anak-anak,” pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: oda
Editor: mon
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
391613 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas