Kamis, 2 Juli 2015

2000 Orang Murid Paud Klaten Peragakan Tarian Kolosal Kuda Lumping

Sabtu, 21 September 2013 16:24

2000 Orang Murid Paud Klaten Peragakan Tarian Kolosal Kuda Lumping
TRIBUNJOGJA.COM/OBED DONI ARDIYANTO
2000 murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Klaten memeringati Hari Anak Nasional dengan mempertunjukan kebolehan mereka dalam menarikan tarian kolosal 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Meskipun terbilang terlambat, namun semangat anak-anak untuk memeriahkan hari anak nasional (HAN) di halaman Pemkab Klaten. Saat itu, ada sekitar 2000 anak yang berusia antara tiga sampai empat tahun berkumpul untuk membawakan tarian kolosal yang satu diantaranya yakni tarian Kuda Lumping.

Ribuan anak yang tergabung dalam Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaud) se Klaten ini berusaha menunjukkan kebolehannya masing-masing. Mereka terbagi dalam empat group dan membawakan tarian seperti mulai tari kuda lumping, tari simple dan tari ayam brondol. Salah satunya ialah Raditya Arsari Yunarto (4), salah seorang siswa paud.

“Tadi menari jaranan (kuda lumping). Capek sih, tapi senang. Tidak susah. Cuma ikutin bu gurunya. Latihannya hanya tiga kali,” tuturnya setelah menari dibawah terik matahari, di Klaten, Jumat (20/9/2013).

Mengatur anak-anak dalam jumlah banyak ternyata tidak mudah. Sehingga hal itu membutuhkan kesabaran, seperti yang dikatakan salah satu pengasuh siswa paud, Purwanti (45). “Namanya juga anak-anak jadi wajar kalau mereka sulit untuk diatur. Harus lebih sabar daripada mengatur siswa kelas SMP atau SMA,” ucapnya.

Sebelum melakukan pertunjukan, para siswa paud tersebut diminta untuk berbaris. Mereka harus diatur oleh para pengasuh, karena polah bocah yang masih menggemaskan tersebut. Ada siswa yang menangis mencari orang tuanya, bahkan ada sibuk yang berbicara saat hendak memulai tarian.

Diiringi musik dan dipandu tiga guru yang ada di depan, anak-anak tersebut dengan antusias meniru gerakan tari pemandunya. Selain mengenakan kostum tari, anak-anak yang menari kuda lumping juga memakai kacamata hitam. Hal ini tentu saja menambah keceriaan bagi para penonton yang melihat tarian dengan durasi masing-masing sekitar sepuluh menit dari anak-anak tersebut,

Halaman12
Penulis: oda
Editor: mon
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas