Selasa, 26 Mei 2015
Home » Yogya » Bantul

MTB Desak Polda Terjunkan Tim Selidiki Hilangnya Arsip Keuangan Bantul

Jumat, 30 Agustus 2013 13:22

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Masyarakat Transparansi Bantul (MTB), meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DIY dan Kapolri menerjunkan tim untuk memantau dan mengawasi proses hukum kasus hilangnya ratusan dokumen keuangan di Kantor Arsip Bantul beberapa waktu lalu.

Kasus yang saat ini sedang ditangani Polres Bantul tersebut, dimaksudkan dengan adanya pengawasan dari Mabes Polri maupun Polda DIY supaya mempercepat proses penyelidikan dan diketahui siapa pencurinya.

Tim Advokasi MTB, Endang Maryani mengatakan, terlepas dokumen yang hilang tersebut merupakan dokumen yang berkaitan dengan kasus skandal dana Persiba yang sedang ditangani Kejati DIY maupun tidak, polisi harus mengusut tuntas siapa aktor di balik pencurian itu.

"Bisa jadi data yang hilang itu juga ada pelanggaran hukum sehingga ada faktor kesengajaan untuk dihilangkan sebelum ketahuan aparat hukum," katanya, Kamis (29/8/2013).

Menurutnya, aksi pencurian itu cenderung bermuatan politis sebab yang diambil adalah data-data penting. Kalau hanya faktor ekonomi, katanya, di gedung tersebut juga terdapat komputer yang nilainya justeru lebih tinggi tapi tidak diambil.

"Argumen pegawai kantor arsip karena bangunan gedung sudah tua dan tidak layak, tidak bisa jadi argumen pembenaran atas hilangnya data-data penting tersebut. Kalau pengelolaan benar, tentu ga akan kecolongan," ungkapnya.

Dalam kasus ini, lanjut Endang, yang paling bertanggungjawab adalah pegawai internal Kantor Arsip dan Kepala Kantor Arsip. Karena mereka memiliki kewajiban dan kewenangan untuk menjaga dokumen-dokumen tersebut tetap aman.

Halaman12
Penulis: had
Editor: mon
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas