• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribun Jogja

Minat Masyarakat Masuk Madrasah Aliyah Masih Rendah

Senin, 12 Agustus 2013 11:23 WIB
            YOGYA, TRIBUN - Drs. H. Buhari Luneto, M. Pd., (53 tahun) mengatakan, saat ini sudah banyak Madrasah Aliyah yang disetarakan dengan sekolah umum (SMU). Penyetaraan ini didasarkan pada UU Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional RI. Namun penyetaraan ini tidak serta merta merubah image masyarakat untuk memilih Madrasah Aliyah sebagai sekolah pilihan utama seperti SMU. Sebagian besar masyarakat masih memposisikan Madrasah Aliyah sebagai pilihan kedua, setelah tidak diterima di  SMU. Seperti halnya juga di Gorontalo. Minat masyarakat Gorontalo untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke Madrasah Aliyah, sampai saat ini juga masih rendah.
            Realitas ini mendorong Buhari Luneto, sebagai salah seorang  pengelola pendidikan yang turut bertanggungjawab terhadap pengembangan pengajaran di Madrasah Aliyah di Gorontalo (yakni sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sultan Amai Gorontalo) melakukan riset mendalam terhadap eksistensi Madrasah Aliyah. Hasil riset putra kelahiran Limbato ini dirangkum menjadi karya disertasi untuk meraih gelar doktor bidang Ilmu Agama Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dengan mengangkat judul ”Minat Masyarakat Terhadap Lembaga Pendidikan Islam (Studi Animo Masyarakat Gorontalo Menyekolahkan Anaknya di Madrasah Aliyah)”, dan dipresentasikan di ruang promosi doktor, kampus UIN Sunan Kalijaga, belum lama ini.
            Saat mempertahankan karya riset disertasinya di hadapan tim penguji: Prof. Dr. Abd. Rachman Assegaf, M. Ag., Prof. Dr. H. Nizar Ali, M. Ag., Dr. Karwadi, M. Ag., Dr. Nurjanah, M.Pd., Prof. Dr. Machasin, MA., (promotor merangkap penguji), Prof. Dr. H. Burhanuddin Daja (promotor merangkap penguji), promovendus memaparkan, untuk mendalami eksistensi Madrasah Aliyah,  pihaknya telah  melakukan riset terhadap 6 Madrasah Aliyah yang berada di wilayah Gorontalo. 
            Hasil analisis bapak 4 putra dari istri Dra. Hj. Rosyidah Humonggio ini berhasil mengungkap bahwa, rendahnya minat masyarakat terhadap Madrasah Aliyah disebabkan oleh 2 faktor dominan yakni faktor instrinsik dan ekstrinsik. Faktor instrinsik, Madrasah Aliyah belum mampu memikat masyarakat atau siswa untuk melajutkan sekolah ke Madrasah Aliyah, karena sarana dan prasarananya yang masih minim. "Dan faktor ekstrinsik, Madrasah Aliyah dalam pandangan masyarakat, seperti di Gorontalo belum memahami eksistensi madrasah yang telah disejajarkan dengan sekolah umum. Di satu sisi, di Gorontalo, dari tahun ke tahun  Madrasah Aliyah terus mengalami perkembangan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas (banyaknya pendaftar). Namun jumlah peminatnya masih terbatas pada masyarakat bawah," kata Buhari.
            Menutut Promovendus, agar Madrasah Aliyah ke depan memiliki prospek yang lebih baik lagi, maka Madrasah Aliyah harus secepatnya melakukan terobosan-terobosan. Diantaranya melakukan pembenahan dan pencitraan. Terus melakukan pembudayaan tentang keunggulan yang dimiliki Madrasah Aliyah, yakni kesatuan yang integratif dalam hal wawasan ke-Tuhanan, wawasan kemasyarakatan dan wawasan keilmuan. Selain itu diusulkan dikembangkannya madrasah kejuruan yang mengintegrasikan dan menginterkoneksikan 3 keunggulan, yakni keunggulan fisik (hardware), keunggulan non-fisik (software) dan jaringan (networking). "Dengan menerapkan pendidikan berbasis kearifan lokal dan pendidikan berbasis ke-Islaman sebagai ciri khas Madrasah Aliyah," kata Buhari. (bm)
Penulis: baskoro
Editor: baskoro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
366273 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas