A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Libur Lebaran, 13 Desa Wisata di Sleman Siap Layani Wisatawan - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Tribun Jogja
Home » Yogya » Sleman

Libur Lebaran, 13 Desa Wisata di Sleman Siap Layani Wisatawan

Kamis, 1 Agustus 2013 08:07 WIB
Libur Lebaran, 13 Desa Wisata di Sleman Siap Layani Wisatawan
IST
Wisatawan asing tengah menikmati wisata kebun salak yang berada di Desa Wisara Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman 
Laporan Reporter Tribun Jogja, Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN
- Menghadapi libur lebaran tahun 2013 ini, para pengelola desa wisata di Sleman menyatakan kesiapannya untuk menyambut para wisatawan yang datang untuk menikmati berbagai keunikan desa wisatanya masing-masing. Berbagai sarana penunjang disiapkan termasuk juga paket ataupun kegiatan atraksi wisata yang ditawarkan khususnya saat lebaran 1434 H.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM belum lama ini menjelaskan bahwa setidaknya ada 13 desa wisata di Sleman yang sudah dinyatakan siap. Diantaranya, desa wisata Tanjung yang dinyatakan siap setiap saat, Brayut siap mulai H-3, Sidoakur mulai H+2, Pulesari, Grogol dan Omah Dome mulai H+3,  Kelor H+4, Gamplong dan Trumpon H+5, Gabugan dan Sukunan H+7 dan Kembangarum H+10.

Beberapa desa wisata  justru penuh oleh para pemudik dikala lebaran. Sebagian pengelola lebih siap menerima kunjungan wisatawan maksimal mulai seminggu setelah lebaran usai.

“Disaat lebaran  justru kami tidak bisa menerima tamu yang menginap, justru kami siap menerima tamu yang ingin datang dan berbelanja kerajinan ditempat kami”, ujar Aris pengelola Desa wisata Gamplong yang berada di Moyudan Sleman ini.

Sementara pengelola desa wisata Kelor Bangunkerto Turi Endro mengutarakan bahwa selama 4 hari setelah hari H lebaran pihaknya telah menerima pesanan untuk kegiatan trah, out bond, dan paket wisata mancing, dsb. Seminggu setelah lebaran masih terbuka  bagi wisatawan untuk berliburan dan beraktivitas di desa wisata Kelor.

Menurut AA Ayu Laksmidewi, keberadaan desa wisata di Sleman ini diharapkan dapat memberikan warna lain bagi pariwisata di Sleman. Oleh sebab itu, diharapkan agar masing-masing desa wisata berani untuk menampilkan keunikan dan perbedaannya dengan desa wisata yang lain. “Tiap-tiap desa wisata pastinya bisa menampilkan yang unik. Itulah yang menjadikan desa wisata dapat dikenang oleh wisatawan. Dengan demikian wisatawan akan merasa senang dan kerasan tinggal di desa wisata”, ujar Ayu.(*)
Penulis: mon
Editor: mon
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas