• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribun Jogja

Harga Cabai di Yogya Berangsur Turun

Rabu, 17 Juli 2013 10:18 WIB
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga cabai berangsur turun pada minggu kedua bulan Juli ini. Sebab, pasokan sejumlah bahan pokok sudah mulai lancar meskipun permintaan masyarakat masih tinggi.

Data Disperindagkop UKM DIY hingga Senin (15/7/2013) menunjukkan penurunan signifikan terjadi pada cabai rawit merah dari Rp 70.700 menjadi Rp 55.000 per kilogram. Cabai rawit hijau dari Rp 29.000 menjadi Rp 25.700 perkilogram. Cabai merah keriting dari Rp 29.350 menjadi Rp 26.350 perkilogram. Sedangkan cabai rawit merah besar turun dari Rp 26.000 menjadi Rp 23.350 perkilogram.

Sementara beberapa komoditas yang harganya masih tinggi antara lain beras IR seharga Rp 8.500 perkilogram dan beras IR II seharga Rp 8.100 perkilogram.

"Harga berangsur turun karena pasokannya mulai lancar. Namun permintaan dimungkinkan masih terus meningkat hingga mendekati Lebaran, begitu juga harga bahan pokok juga masih dimungkinkan kembali naik," ucap Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran Disperindagkop UKM DIY, Eni Rosilawati.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga jelang Lebaran, Pemda DIY membentuk tim khusus pemantauan kondisi harga dan kualitas produk di pasaran, Selasa (16/7/2013). Rencananya, tim akan memantau harga bahan pokok di lima kabupaten/kota pada 23 dan 24 Juli mendatang.

"Hari pertama kami ke Pasar Wates, Pasar Bantul dan Pasar Induk Giwangan. Hari kedua kami ke pasar Argosari Wonosari dan Pasar Prambanan, Sleman," papar Kepala Bagian Humas Pemda DIY, Iswanto usai mengikuti rapat koordinasi pemantauan harga barang di Biro Ekonomi Setda DIY, Selasa (16/7/2013).

Fokus pemantauan akan ditujukan pada komoditas yang kenaikan harganya cukup signifikan serta komoditas bahan pokok yang menyumbang kenaikan tingkat inflasi. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ada lima komoditas yang kenaikannya harganya mendongkrak tingkat inflasi yakni telur, daging, bawang merah, gula pasir dan minyak.

Selain melakukan pemantauan harga bahan pokok, tim khusus itu juga akan memantau kualitas produk dan masa kadaluwarsanya. Sebab, permintaan produk yang sangat tinggi kadang dimanfaatkan oleh oknum-oknum distributor dan produsen untuk memasarkan produk yang tidak layak dikonsumsi. (esa)
Penulis: esa
Editor: mon
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
350304 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas