A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Warga Kentingan Baru Khawatir Serangan Susulan - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribun Jogja
Home » Jawa

Warga Kentingan Baru Khawatir Serangan Susulan

Minggu, 23 Juni 2013 19:16 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO
- Warga Kampung Kentingan Baru, Jebres yang rumahnya hancur akibat aksi perusakan oleh puluhan orang tak dikenal masih bertahan. Mereka berkerumun berjaga-jaga karena ada kabar para pelaku akan kembali datang melakukan perusakan.

Warga memasang sejumlah poster di gang masuk hingga bagian dalam kampung. Tulisan di poster berisi kecaman dari warga terhadap para pelaku yang diduga preman. Saat memasuki gang-gang kampung, rumah yang roboh masih dibiarkan ambruk. Di bagian depan rumah warga berkibar bendera merah putih.

Warga terlihat duduk berkerumun di gang-gang kampung. “Warga hanya berjaga-jaga, khawatir kalau ada aksi serangan lagi. Sebab ada kabar lewat SMS (Short Message Service) kalau preman mau datang lagi,” kata Hutomo, salah seorang warga, Minggu (23/6/2013) sore. Beberapa aparat kepolisian juga terlihat melakukan penjagaan.

“Kejejaman Preman” adalah salah satu poster yang ditulis warga. Poster berukuran kecil itu dipasang di reruntuhan rumah seorang warga yang ambruk. Hutomo mengatakan, seluruh warga paham bila tanah tempat rumah berdiri bukan hak milik mereka. Warga sadar hanya menumpang di atas tanah tersebut lantaran tak punya tempat tinggal.

“Ini memang bukan rumah kami. Tapi bukan begini caranya mengusir. Lihat rumah kami hancur semua,” kata Hutomo. Akibat aksi perusakan Sabtu (22/6/2013) siang itu, sekitar 60-an rumah warga berupa bangunan semipermanen ambruk. Sementara rumah lainnya yang masih berdiri terdapat tanda silang menggunakan cat semprot warna merah.

Daliman, warga lainnya mengatakan, kerugian yang diderita warga antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Warga yang rumahnya rusak tetap tinggal di kampung karena tak punya tempat tinggal lain. Mereka bertahan dan bermalam tidur beralaskan tikar seadanya. “Ya tidur sembarangan, lah mau tinggal di mana lagi. Kita tak punya tempat tinggal,” katanya. (*)
Penulis: dik
Editor: wid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas